Lapas Cipinang Jadikan Program Magang Ruang Inovasi dan Penguatan SDM
Jakarta, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang terus perkuat budaya kerja kreatif, adaptif, dan kolaboratif sebagai bagian dari penguatan kualitas pelayanan publik dan sumber daya manusia. Komitmen tersebut ditegaskan Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo, saat memberikan arahan kepada seluruh jajaran pegawai, Senin (25/5), sekaligus mengapresiasi kontribusi 39 peserta program magang kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan yang telah menyelesaikan masa praktiknya pekan lalu.
Dalam arahannya, Wachid menegaskan bahwa kualitas pelayanan dan kinerja institusi harus tetap terjaga meskipun menghadapi keterbatasan sumber daya manusia.
“Kita tidak boleh bergantung pada jumlah personel semata. Yang harus terus dijaga adalah semangat kerja, kreativitas, dan kualitas pelayanan. Peserta magang ini membuktikan bahwa inovasi dan kolaborasi mampu memberikan dampak nyata bagi organisasi,” tegas Wachid.
Program magang yang berfokus pada penguatan komunikasi publik dan administrasi Pemasyarakatan tersebut resmi ditutup pada Kamis (21/5) dengan meninggalkan berbagai kontribusi positif bagi institusi. Salah satu legacy yang kini dimanfaatkan Tim Komunikasi Publik Lapas Cipinang adalah desain template publikasi yang membantu proses produksi konten menjadi lebih cepat, rapi, dan profesional.
“Kami sangat menghargai karya dan dedikasi peserta magang. Template publikasi yang mereka buat membantu tim humas bekerja lebih efektif dan profesional. Ini menunjukkan bahwa program magang bukan hanya menjadi ruang belajar bagi peserta, tetapi juga memberikan manfaat konkret bagi penguatan institusi,” lanjutnya.
Ketua Tim Komunikasi Publik Lapas Cipinang, Sumaryo, menilai program magang tersebut berhasil menghadirkan energi baru sekaligus memperkuat budaya kerja kreatif di lingkungan Pemasyarakatan.
“Peserta magang menunjukkan semangat belajar, kemampuan adaptasi, dan kreativitas yang sangat baik. Mereka tidak hanya membantu pekerjaan teknis, tetapi juga menghadirkan ide-ide segar yang mendukung penguatan komunikasi publik Lapas Cipinang,” ujarnya.
Sementara itu, anggota Tim Komunikasi Publik, Septiyawan, menyampaikan bahwa hasil kerja peserta magang akan terus dimanfaatkan sebagai bagian dari pengembangan sistem komunikasi publik ke depan.
“Legacy seperti template publikasi ini akan menjadi referensi penting bagi tim kami. Kolaborasi seperti ini perlu terus dibangun karena memberikan manfaat nyata, baik bagi peserta maupun institusi,” ungkapnya.
Program magang kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan tersebut menjadi bagian dari komitmen Lapas Cipinang dalam membangun lingkungan kerja yang produktif, inovatif, dan kolaboratif, sekaligus membuka ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk memahami dunia Pemasyarakatan secara lebih humanis dan profesional.
Melalui penguatan kolaborasi dan budaya kerja inovatif, Lapas Cipinang terus menegaskan semangat Pemasyarakatan Kerja Nyata, Pelayanan PRIMA, dalam menghadirkan pelayanan publik yang modern, responsif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas kinerja institusi. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Cipinang
What's Your Reaction?


