Lapas Cipinang Perkuat Kualitas Tutor, PKBM Warga Mandiri Bangun Pembelajaran Lebih Relevan
Lapas Cipinang dan Erudio Siapkan Tutor untuk Pembelajaran Lebih Relevan
Jakarta, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang perkuat kualitas pendidikan Warga Binaan melalui Training of Trainer (ToT) Calon Tutor PKBM Warga Mandiri bersama Sekolah Erudio Indonesia, Kamis (17/9). Kegiatan ini jadi awal pendampingan selama satu bulan untuk menyiapkan tutor yang tidak sekadar menguasai materi, tetapi juga memahami kebutuhan peserta dan membangun pembelajaran yang relevan.
Mewakili Kepala Lapas Cipinang, Dr. Syarpani, Kepala Bidang Pembinaan, Bambang Setiawan, tegaskan bahwa penguatan tutor bagian penting dalam membangun kualitas dan keberlanjutan pendidikan di PKBM Warga Mandiri.
“Yang ingin kita bangun bukan sekadar kemampuan mengajar. Tutor harus memahami karakter dan kebutuhan peserta, mampu membangun komunikasi, serta menciptakan ruang belajar yang membuat Warga Binaan mau terlibat dan terus berkembang,” ujarnya.
Dilaksanakan secara hybrid, ToT hadirkan praktisi pendidikan sekaligus Kepala Sekolah SMA Marsudirini Magelang, Ignatia Rini Purwati. Ia menekankan bahwa keterbatasan tidak seharusnya menghentikan proses pendidikan. Tutor justru dituntut terus belajar, menemukan pendekatan, dan mencari solusi sesuai kebutuhan peserta.
“Tutor harus siap belajar bersama, menemukan cara dan solusi, serta menciptakan pembelajaran yang bermakna. ToT ini diharapkan menjadi awal yang baik untuk belajar bersama dan menemukan solusi atas berbagai tantangan pembelajaran di Lapas,” ungkap Rini.
Pendekatan tersebut terlihat sejak sesi pertama. Alih-alih langsung membahas teknik mengajar, Monika Irayati dari Sekolah Erudio Indonesia mengajak calon tutor membedah pertanyaan mendasar: apa makna belajar dan mengapa seseorang perlu belajar.
Diskusi tersebut mendorong peserta melihat belajar bukan sebatas menerima materi, tetapi sebagai proses menemukan perspektif baru, menjawab kebutuhan, dan memperbaiki diri.
Bagi salah satu calon tutor, Boby Hendrica, proses tersebut mengubah cara pandangnya terhadap peran seorang tutor. Menurutnya, keberagaman usia, pengalaman, dan kebutuhan Warga Binaan membuat pembelajaran tidak dapat menggunakan satu pendekatan yang sama.
“Kami belajar bahwa menjadi tutor bukan hanya soal bisa menyampaikan materi. Kami harus memahami siapa yang belajar dan apa yang mereka butuhkan. Setiap orang punya pengalaman, usia, dan tujuan yang berbeda, jadi cara belajarnya juga perlu disesuaikan agar benar-benar bermanfaat,” ungkap Boby.
Calon tutor yang mengikuti program memiliki latar belakang dan minat beragam, mulai dari entrepreneurship, parenting, teknologi informasi, web development, sains, matematika, hingga public speaking. Selama satu bulan ke depan, Erudio bersama pengelola PKBM dan calon tutor akan melanjutkan pendampingan untuk mengembangkan pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual bagi Warga Binaan.
Melalui penguatan kapasitas tutor tersebut, Lapas Cipinang dorong PKBM Warga Mandiri berkembang bukan sekadar sebagai tempat memperoleh pendidikan kesetaraan, tetapi juga sebagai ruang belajar yang aktif, relevan, dan berkelanjutan. Di ruang tersebut, Warga Binaan tidak hanya belajar, tetapi juga memiliki kesempatan berbagi pengetahuan dan memberi manfaat kepada sesama. (afn)
Kontributor: Humas Lapas I Cipinang
What's Your Reaction?


