Rutan SoE Gandeng Krisna Foundation Galensia, Bekali Warga Binaan Pertanian Cerdas Iklim

Rutan SoE Gandeng Krisna Foundation Galensia, Bekali Warga Binaan Pertanian Cerdas Iklim

SoE, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB SoE bekerja sama dengan Yayasan Krisna Galensia gelar diseminasi pertanian cerdas iklim bagi Warga Binaan dan petugas, Senin (2/11). Kegiatan di Aula Cendana Rutan SoE ini diikuti 80 Warga Binaan, petugas, serta perwakilan yayasan.

Kegiatan ini memperkenalkan praktik pertanian yang mampu beradaptasi dengan perubahan iklim untuk menjaga produktivitas, ketahanan pangan, dan kelestarian lingkungan.

Kepala Rutan SoE, Muhamad Nurzaman, menyampaikan bahwa pengetahuan tersebut dapat mendukung program pembinaan kemandirian di bidang pertanian yang dijalankan Rutan SoE.

“Pertanian cerdas iklim ini sangat bermanfaat bagi kita. Pengetahuan seperti ini penting untuk menambah wawasan dan menjadi bekal dalam mengembangkan kegiatan pertanian. Kami berharap Warga Binaan dapat mengikuti materi dengan baik, memahami praktik yang disampaikan, dan menerapkannya dalam kegiatan pembinaan maupun ketika nantinya kembali ke masyarakat,” ujar Nurzaman.

Ketua Pembina Krisna Foundation Timor Tengah Selatan, Kris Hauoni, menjelaskan bahwa diseminasi ini jadi ruang berbagi pengetahuan mengenai kondisi iklim dan kaitannya dengan kegiatan pertanian.

“Diseminasi pertanian cerdas iklim ini sebenarnya merupakan kegiatan saling berbagi informasi tentang kondisi iklim yang ada sekarang. Dalam kesempatan pagi ini, kita akan berbagi pengetahuan mengenai pertanian cerdas iklim agar informasi dan pemahaman tersebut dapat bermanfaat bagi kita semua. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Kepala Rutan dan seluruh jajaran yang telah memberikan kesempatan untuk melaksanakan kegiatan ini,” ungkap Kris.

Dalam pemaparan materi, peserta mempelajari konsep pertanian cerdas iklim melalui tiga strategi utama, yaitu meningkatkan produktivitas pertanian melalui diversifikasi, membangun ketahanan sistem pertanian dan pangan terhadap cuaca ekstrem, serta mengurangi emisi gas rumah kaca dari sektor pertanian.

Peserta juga dapat penjelasan mengenai dampak perubahan iklim terhadap pertanian, mulai dari kenaikan suhu udara dan peningkatan serangan hama hingga penurunan produktivitas tanaman dan kerentanan pangan. Praktik yang diperkenalkan meliputi tumpang sari sayuran, kebun campur atau agroforestri, rotasi tanaman sesuai musim, pemilihan tanaman tahan kekeringan, konservasi tanah dan air, serta penggunaan pupuk organik untuk menjaga kesuburan tanah.

Salah seorang Warga Binaan, YN, mengapresiasi kesempatan mengikuti kegiatan tersebut. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dapat menambah keterampilan dan menjadi bekal untuk mengembangkan kegiatan pertanian.

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab mengenai penerapan pertanian cerdas iklim dalam praktik sehari-hari. (afn)

 

Kontributor: Humas Rutan SoE

 

What's Your Reaction?

like
1
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0