Lapas Geser Tinjau Penyajian Makanan dan Kebun Hidroponik Warga Binaan
Geser, INFO_PAS – Jajaran Subseksi Pembinaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser tinjau proses penyajian makanan Warga Binaan sekaligus perkembangan budidaya sawi hidroponik, Rabu (15/7). Monitoring tersebut dilakukan untuk pastikan pemenuhan hak dasar Warga Binaan berjalan sesuai standar sekaligus dukung keberlanjutan program pembinaan kemandirian.
Kegiatan monitoring dan evaluasi dipimpin Kepala Subseksi Pembinaan, Junaidi Laisouw, bersama staf terkait. Menurutnya, Lapas tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada pemenuhan hak dasar serta pelaksanaan program pembinaan yang berkelanjutan. Karena itu, kualitas penyajian makanan dan pengelolaan pertanian hidroponik perlu dipantau secara rutin.
“Untuk memastikan SOP berjalan baik pada kedua bidang tersebut, kami perlu mengecek dan mengontrol langsung ke lapangan. Kegiatan ini adalah bentuk komitmen Lapas Geser dalam memberikan pelayanan prima serta pembinaan yang efektif,” ungkap Junaidi Laisouw.
Staf Pembinaan, Alfin Iksan Ramdhan, menjelaskan pengawasan di dapur difokuskan pada aspek higiene, kelayakan menu, kesesuaian porsi, dan ketepatan waktu penyajian untuk memenuhi kebutuhan gizi Warga Binaan. Sementara itu, pada program pertanian, tim memantau kondisi instalasi hidroponik guna memastikan tanaman tumbuh optimal.
“Pengawasan dilakukan secara berkala agar kualitas layanan dan program pembinaan tetap terjaga. Dari hasil monitoring, penyajian makanan telah sesuai standar, sedangkan tanaman hidroponik menunjukkan pertumbuhan yang baik. Evaluasi rutin seperti ini juga memudahkan kami mengambil langkah cepat apabila ditemukan kendala di lapangan,” terang Alfin.
Kepala Lapas Geser, Nober Hasanda, mengapresiasi pelaksanaan monitoring yang dilakukan jajaran Subseksi Pembinaan. Menurutnya, pengawasan rutin di area dapur penting untuk menjaga standar kebersihan dan kelayakan makanan sebagai bagian dari pemenuhan hak dasar Warga Binaan. Selain itu, ia menekankan pentingnya pembelajaran langsung bagi Warga Binaan yang mengikuti program budidaya hidroponik.
“Langkah ini menjadi ruang bimbingan langsung kepada Warga Binaan yang ditugaskan dalam program pertanian. Dengan begitu, mereka mendapatkan pengetahuan dan keterampilan praktis yang mumpuni mengenai teknologi pertanian modern. Diharapkan keterampilan tersebut dapat menjadi bekal hidup yang bermanfaat dan bernilai ekonomis setelah mereka bebas dan kembali ke masyarakat,” tutupnya. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Geser
What's Your Reaction?


