Rutan Majene Tingkatkan Kompetensi Warga Binaan melalui Kelas Bahasa Inggris
Majene, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Majene tingkatkan kualitas pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan melalui Kelas Bahasa Inggris. Kegiatan yang berlangsung di Aula Rutan Majene, Selasa (14/7) ini merupakan bagian dari program pembinaan berkelanjutan untuk tingkatkan kompetensi Warga Binaan sebagai bekal hadapi proses reintegrasi sosial.
Kelas Bahasa Inggris jadi salah satu inovasi pembinaan kepribadian yang dirancang untuk bekali Warga Binaan dengan keterampilan dasar berbahasa asing. Pada pertemuan kali ini, peserta mempelajari materi Days of the Week (nama-nama hari) yang dipadukan dengan pengenalan kosakata dan kalimat sederhana untuk komunikasi sehari-hari. Materi disampaikan secara bertahap dan interaktif agar mudah dipahami seluruh peserta.
Sebagai bentuk evaluasi, petugas beri sejumlah pertanyaan untuk mengukur pemahaman Warga Binaan terhadap materi yang telah disampaikan. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka selama mengikuti pembelajaran maupun saat menjawab pertanyaan.
Kepala Rutan Majene, Christy Jozef Thenu, menyampaikan bahwa pembinaan di lingkungan Pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembinaan kepribadian, tetapi juga peningkatan kompetensi sebagai bekal setelah Warga Binaan selesaikan masa pidana.
"Pembelajaran Bahasa Inggris merupakan salah satu bentuk pembinaan yang kami hadirkan untuk meningkatkan kapasitas diri Warga Binaan. Kami berharap keterampilan yang diperoleh dapat menumbuhkan rasa percaya diri, membuka peluang yang lebih luas dalam dunia kerja maupun usaha setelah bebas, serta menjadi sarana bagi Warga Binaan untuk terus mengembangkan potensi dirinya. Hal ini sejalan dengan tujuan Sistem Pemasyarakatan dalam mempersiapkan Warga Binaan agar mampu kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, mandiri, dan produktif," ujar Christy.
Sementara itu, salah seorang pembimbing Kelas Bahasa Inggris, Awaluddin, menjelaskan bahwa metode pembelajaran dirancang sederhana dan aplikatif sehingga mudah dipahami peserta dengan latar belakang pendidikan yang beragam.
"Kami menyusun materi secara bertahap, dimulai dari pengenalan kosakata dasar, penyebutan nama-nama hari, hingga penyusunan kalimat sederhana. Pendekatan ini diharapkan dapat membangun kepercayaan diri Warga Binaan untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris secara perlahan namun berkesinambungan," jelasnya.
Salah seorang Warga Binaan, Marzuki, mengaku memperoleh pengalaman baru melalui kegiatan tersebut. Menurutnya, pembelajaran Bahasa Inggris memotivasi dirinya untuk terus belajar sekaligus menambah keterampilan sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat.
"Kami merasa senang dan bersyukur dapat mengikuti pembelajaran ini. Materi disampaikan dengan mudah dipahami sehingga membuat kami lebih percaya diri untuk belajar Bahasa Inggris. Semoga ilmu yang kami peroleh dapat menjadi bekal yang bermanfaat ketika kami kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat," ungkap Marzuki. (afn)
Kontributor: Humas Rutan Majene
What's Your Reaction?


