Lapas Jember Panen 20 Kilogram Kedelai di Lahan SAE
Jember, INFO_PAS – Budidaya kedelai di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jember masuki tahap panen. Kamis (15/10), dilaksanakan panen yang menghasilkan sekitar 20 kilogram kedelai sebagai bagian dari pemanfaatan lahan pertanian sekaligus sarana pembelajaran bagi Warga Binaan untuk memperoleh pengalaman langsung dalam budi daya tanaman.
Panen dilakukan setelah kedelai melalui tahapan penanaman dan perawatan. Dalam kegiatan tersebut, Warga Binaan belajar mengelola tanaman pertanian sekaligus memahami pentingnya ketekunan dan ketelitian dalam setiap tahapan pekerjaan hingga panen.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Jember, Salim, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pembinaan berbasis praktik. Kegiatan tersebut juga mengenalkan proses produksi pertanian yang dapat dipelajari dan dikembangkan lebih lanjut.
“Melalui kegiatan ini, Warga Binaan bisa belajar secara langsung tentang budi daya kedelai, mulai dari perawatan tanaman hingga proses panen. Kami berharap pengalaman yang diperoleh dapat menambah pengetahuan dan keterampilan mereka, sehingga nantinya bisa dimanfaatkan ketika kembali ke masyarakat,” ujar Salim.
Kepala Lapas Jember, Wahyu Susetyo, menegaskan pentingnya pengembangan kegiatan pertanian sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan. Ia berharap SAE dapat terus dimanfaatkan untuk menghasilkan komoditas pertanian sekaligus memberi ruang bagi Warga Binaan untuk memperoleh pengalaman kerja yang bermanfaat.
“Panen ini menjadi bukti bahwa lahan yang dikelola dengan baik dapat memberikan hasil yang positif. Kami akan terus mendorong kegiatan produktif seperti ini agar Warga Binaan memiliki pengalaman nyata, memahami proses kerja, dan mampu menerapkan keterampilan yang diperoleh dalam kehidupan setelah menyelesaikan masa pidana,” ungkap Wahyu.
Panen kedelai ini juga jadi bahan evaluasi untuk pengembangan pertanian di SAE Lapas Jember. Pengelolaan lahan dan pendampingan petugas diharapkan dapat terus ditingkatkan agar kegiatan pertanian berjalan optimal serta membuka peluang pengembangan komoditas lain sesuai dengan potensi yang tersedia.
Salah seorang Warga Binaan, RO, yang terlibat dalam panen kedelai, mengaku senang mendapat kesempatan belajar dan terlibat langsung dalam kegiatan pertanian. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus menambah pemahaman tentang pentingnya ketekunan dan tanggung jawab dalam bekerja.
“Saya senang bisa ikut terlibat dalam kegiatan pertanian ini, mulai dari merawat tanaman hingga panen. Dari kegiatan ini, saya belajar bahwa untuk mendapatkan hasil yang baik diperlukan kesabaran, ketekunan, dan kerja sama. Semoga keterampilan yang saya dapatkan bisa menjadi bekal ketika nanti kembali ke masyarakat,” ungkapnya. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Jember
What's Your Reaction?


