Lapas Kelas I Tangerang Gelar Ikrar Setia NKRI bagi Empat Warga Binaan Terorisme di Hari Kebangkitan Nasional
Tangerang, INFO_PAS - Bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang laksanakan prosesi Ikrar Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bagi empat Narapidana tindak pidana terorisme, Rabu (20/5). Kegiatan ini menjadi proses pembinaan berkelanjutan yang tidak hanya berfokus pada aspek kepribadian, tetapi juga penguatan kembali pemahaman kebangsaan, nilai toleransi, dan komitmen untuk kembali hidup secara harmonis di tengah masyarakat.
Prosesi ikrar diawali dengan pembacaan teks Pancasila, dilanjutkan pengucapan sumpah setia kepada NKRI, penghormatan dan penciuman Bendera Merah Putih, hingga penandatanganan ikrar. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut turut disaksikan oleh unsur Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), Kantor Wilayah Ditjenpas Banten, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Detasemen Khusus 88 Anti Teror, Aparat Penegak Hukum, tokoh agama, dan instansi terkait lainnya.
Kepala Lapas Kelas I Tangerang, Beni Hidayat, menegaskan ikrar ini mencerminkan kesadaran dan keberanian Warga Binaan untuk berubah serta memperbaiki arah kehidupan. Pemasyarakatan hadir sebagai ruang pembinaan dan pembentukan karakter agar kembali menjadi pribadi yang lebih baik, produktif, dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Ini adalah tentang keberanian untuk meninggalkan masa lalu dan memilih jalan baru. Kami berharap ini menjadi awal untuk membangun kehidupan yang damai, mencintai tanah air, dan hidup berdampingan di tengah masyarakat,” harap Beni.
Pelaksanaan ikrar ini merupakan perjalanan panjang pembinaan yang dijalani selama berada di Lapas. Melalui pendekatan humanis dan berkesinambungan, Warga Binaan dibina tidak hanya dari aspek kedisiplinan, tetapi juga melalui penguatan karakter, pola pikir, dan tanggung jawab sosial.
Dalam kesehariannya, Warga Binaan mengikuti berbagai kegiatan pembinaan kepribadian, seperti kerja bakti, olahraga bersama, salat berjamaah, kajian keagamaan yang menanamkan nilai toleransi, dan kecintaan terhadap tanah air. Sejalan dengan itu, pembinaan kemandirian juga diberikan melalui pelatihan keterampilan pengolahan tempe dan pembuatan kerajinan tangan dari bahan daur ulang, seperti koran bekas dan bungkus semen yang diolah menjadi produk bernilai guna. Kombinasi pembinaan kepribadian dan kemandirian tersebut tidak hanya membekali keterampilan teknis, tetapi juga menumbuhkan kembali rasa percaya diri, kemandirian, dan harapan baru bagi Warga Binaan untuk menata kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat.
Salah satu Warga Binaan berinisial MD mengungkapkan proses pembinaan telah membuka cara pandangnya dalam memahami kehidupan dan ajaran agama. Selama ini pemahaman sempit dan kecenderungan melihat persoalan dari satu sudut pandang menjadi salah satu faktor yang membawanya pada kesalahan di masa lalu.
“Ilmu Islam itu luas. Kita perlu melihat setiap permasalahan dari berbagai disiplin ilmu, bukan hanya dari satu sudut pandang. Dari situ saya menyadari apa yang dulu saya yakini ternyata bertentangan dengan nilai persatuan, kemanusiaan, dan kehidupan berbangsa. Saya juga berharap setelah bebas nanti tetap mendapatkan pembinaan dan pengawasan dari pemerintah agar tidak kembali lagi ke jaringan atau organisasi tersebut,” harap MD.
Para Warga Binaan juga menyampaikan permohonan maaf kepada negara dan masyarakat atas pelanggaran hukum yang pernah dilakukan sekaligus berharap kembali diterima dan didampingi dalam proses kembali ke tengah kehidupan masyarakat sehingga dapat menjalani kehidupan baru yang lebih baik dan positif. Mereka menyatakan kesadaran bahwa pemahaman yang selama ini diyakini telah keliru serta tidak sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan, persatuan, dan ideologi negara.
Melalui momentum Hari Kebangkitan Nasional, Ikrar Setia NKRI ini diharapkan menjadi langkah awal yang menandai tekad baru Warga Binaan untuk meninggalkan masa lalu, memperkuat komitmen kebangsaan, serta kembali menjadi bagian dari masyarakat yang menjunjung tinggi persatuan dan nilai-nilai Pancasila. (IR)
Kontributor: Lapas Kelas I Tangerang
What's Your Reaction?


