Lapas Kelas I Tangerang Sambut 16 Peserta MagangHub, Saatnya Belajar Langsung dari Dunia Kerja

Lapas Kelas I Tangerang Sambut 16 Peserta MagangHub, Saatnya Belajar Langsung dari Dunia Kerja

Tangerang, INFO_PAS - Sebanyak 16 peserta Program MagangHub Angkatan II Batch I Tahun 2026 mulai jalani pengalaman baru di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang, Selasa (11/8). Berasal dari berbagai latar belakang pendidikan, para peserta akan belajar sekaligus terlibat langsung dalam aktivitas kerja di lingkungan Pemasyarakatan selama mengikuti program yang diinisiasi oleh Kementerian Ketenagakerjaan tersebut.

Kehadiran mereka disambut dengan pengenalan lingkungan Lapas dan pembekalan mengenai tugas serta fungsi Pemasyarakatan. Bukan sekadar mendengarkan penjelasan, peserta juga diajak berdiskusi dan mengikuti sesi tanya jawab untuk mengenal lebih jauh lingkungan kerja yang akan mereka jalani sekaligus mengukur pemahaman awal mengenai Lapas.

Dari proses tersebut, peserta mulai dikenalkan dengan ritme dunia kerja yang tidak hanya berbicara tentang kemampuan di bidang masing-masing, tetapi juga kedisiplinan, tanggung jawab, komunikasi, dan kemampuan beradaptasi. Mereka juga mendapatkan penjelasan mengenai tata cara absensi dan ketentuan kehadiran sebagai pembentukan kebiasaan kerja yang profesional.

Di Lapas Kelas I Tangerang, ke-16 peserta ditempatkan pada berbagai formasi sesuai kompetensi masing-masing, mulai dari Pengelola Sumber Daya Manusia, Pengelola Kehumasan, Pengelola Barang Milik Negara, Perawat, Psikiater, hingga bidang kegiatan kerja yang mencakup manajemen perkebunan, perikanan, peternakan, dan ilmu pertanian. Sementara itu, bidang Pembinaan Kepribadian diisi peserta dengan kompetensi seni musik dan seni tari.

Kepala Lapas Kelas I Tangerang, Beni Hidayat, mengatakan masa magang seharusnya tidak dipandang hanya sebagai kesempatan untuk mendapatkan pengalaman kerja, tetapi proses untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya. “Magang bukan sekadar datang, bekerja, lalu selesai. Ini adalah kesempatan untuk belajar bagaimana dunia kerja berjalan secara nyata. Kalian akan belajar tentang tanggung jawab, disiplin, komunikasi, kerja sama, sekaligus bagaimana menghadapi hal-hal yang mungkin tidak pernah ditemui di bangku kuliah. Manfaatkan proses ini karena pengalaman yang kalian dapatkan hari ini bisa menjadi bekal ketika nanti benar-benar memasuki dunia kerja,” pesannya.

Beni juga mendorong peserta untuk tidak terlalu membatasi diri pada pekerjaan sesuai formasi. “Jangan membatasi diri dengan berpikir bahwa saya hanya mengerjakan ini karena ini formasi saya. Ketika ada kesempatan untuk membantu dan belajar hal baru, ambil kesempatan itu. Dunia kerja membutuhkan orang yang tidak hanya menguasai pekerjaannya sendiri, tetapi juga mampu beradaptasi dan bekerja bersama orang lain,” lanjutnya.

Selain mendapatkan pengalaman kerja, peserta juga didorong untuk menjadi pengamat yang aktif selama berada di Lapas. Mereka diminta melihat proses kerja di lingkungan masing-masing, menemukan hal yang dapat dikembangkan, kemudian menyiapkan gagasan inovasi yang akan dipaparkan pada akhir program.

Kepala Subbagian Kepegawaian, Dairibi, mengatakan keberagaman latar belakang peserta menjadi peluang untuk menghadirkan perspektif dan gagasan baru di lingkungan Lapas. “Kalian datang membawa ilmu dan cara pandang masing-masing. Jangan hanya berpikir apa yang bisa didapat, tetapi juga apa yang bisa diberikan. Amati, bertanya, dan pahami setiap proses kerja, karena dari rasa ingin tahu bisa lahir gagasan yang bermanfaat. Yang tidak kalah penting, bangun disiplin, komunikasi, kemampuan beradaptasi, dan kemauan untuk terus belajar. Kami berharap setelah program ini selesai, kalian tidak hanya membawa sertifikat, tetapi juga pengalaman dan sikap kerja yang menjadi bekal menghadapi dunia kerja,” harapnya.

Bagi peserta, kesempatan tersebut menjadi ruang untuk menghubungkan pengetahuan yang selama ini diperoleh di bangku kuliah dengan kondisi nyata di tempat kerja. “Saya melihat program ini sebagai kesempatan untuk mengetahui seperti bagaimana dunia kerja yang sebenarnya. Saya ingin belajar bukan hanya di bidang saya, tetapi juga tentang disiplin, komunikasi, kerja sama, dan cara beradaptasi. Harapannya, ketika program ini selesai, kami tidak hanya mengatakan pernah magang, tetapi benar-benar punya pengalaman yang bisa saya gunakan untuk melangkah ke tahap berikutnya,” ungkap salah satu peserta magang, Sabila.

Melalui program MagangHub, Lapas Kelas I Tangerang membuka ruang bagi para peserta untuk belajar dari pengalaman kerja yang nyata, sekaligus memberikan kesempatan bagi mereka untuk menghadirkan gagasan dan perspektif baru. Pada akhirnya, masa magang bukan hanya tentang menyelesaikan sebuah program, tetapi tentang pulang dengan pengalaman yang membentuk cara bekerja, keberanian untuk beradaptasi, dan bekal yang lebih siap untuk melangkah ke dunia kerja. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Kelas I Tangerang

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0