Lapas Kotabaru Kembangkan Bordir Motif Sasirangan dan Produksi Keripik Pisang

Lapas Kotabaru Kembangkan Bordir Motif Sasirangan dan Produksi Keripik Pisang

Kotabaru, INFO_PAS — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru terus kembangkan pembinaan kemandirian melalui kegiatan bordir motif kain sasirangan dengan dukungan mesin bordir modern. Kegiatan ini menjadi upaya peningkatan keterampilan produktif yang bernilai ekonomi bagi Warga Binaan.

Proses bordir dilakukan secara terstruktur dengan memanfaatkan teknologi mesin bordir yang mampu menghasilkan motif rapi dan presisi. Setiap tahapan pengerjaan dilaksanakan dengan teliti, mulai dari penentuan desain, pemasangan kain, hingga proses bordir yang membutuhkan konsentrasi dan ketelitian tinggi.

Dalam pelaksanaannya, setiap sentuhan bordir dikerjakan secara detail oleh tangan Warga Binaan dengan pengawasan petugas. Pendampingan tersebut bertujuan memastikan kualitas hasil kerja tetap terjaga sekaligus menanamkan disiplin serta standar kerja yang baik.

Kepala Lapas (Kalapas) Kotabaru, Doni Handriansyah, menegaskan kegiatan bordir menjadi bagian penting dari pembinaan kemandirian. “Kami mendorong Warga Binaan untuk menguasai keterampilan yang relevan dan bernilai ekonomi. Pemanfaatan mesin bordir modern diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk sekaligus membuka peluang usaha ke depan,” tegasnya, Rabu (18/2).

Salah satu Warga Binaan inisial S menyampaikan kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru dan meningkatkan keterampilan. “Kami belajar bekerja dengan teliti dan rapi agar hasil bordir memiliki kualitas baik. Dengan bimbingan petugas, kami lebih memahami proses produksi secara benar,” ungkapnya.

Selain itu, Lapas Kotabaru juga terus kembangkan produksi keripik pisang yang mengedepankan rasa, kerenyahan, dan standar kehigienisan. Proses produksi dilakukan secara terstruktur mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, hingga pengemasan. Setiap tahapan dilaksanakan dengan memperhatikan kualitas produk agar keripik pisang yang dihasilkan memiliki cita rasa yang konsisten serta tekstur yang renyah.

Kalapas menegaskan aspek kebersihan menjadi perhatian utama dalam kegiatan ini. Lingkungan kerja, peralatan, dan bahan produksi dijaga agar tetap higienis sehingga produk yang dihasilkan layak dikonsumsi dan memiliki daya saing di masyarakat.

“Produksi keripik pisang ini tidak hanya menekankan kualitas rasa, tetapi juga membentuk disiplin dan tanggung jawab kerja Warga Binaan agar siap mandiri saat kembali ke masyarakat,” terang Doni.

Salah satu Warga Binaan inisial J menyampaikan manfaat yang dirasakan dari kegiatan tersebut. “Kami belajar menjaga kualitas rasa dan kebersihan dalam proses produksi. Kegiatan ini memberi pengalaman berharga dan keterampilan yang bisa digunakan setelah bebas nanti,” ungkapnya.

Kegiatan kemandirian tersebut sejalan dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026. Lapas Kotabaru berkomitmen terus menghadirkan program pembinaan yang produktif, terarah, dan berkelanjutan bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Kotabaru

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0