Lapas Luwuk Manfaatkan Lahan Kosong untuk Pertanian Hortikultura
Luwuk, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk terus berinovasi dalam mengoptimalkan pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan. Alih-alih membiarkan area terbuka menjadi lahan tidur, pihak Lapas justru menyulapnya menjadi ladang hijau yang asri. Program pemanfaatan lahan kosong ini kini bertransformasi menjadi area pertanian hortikultura yang menjanjikan.
Di Lapas Luwuk tidak hanya diisi dengan rutinitas pembinaan kepribadian, tetapi juga pembinaan kemandirian. Sejumlah Warga Binaan nampak telaten mengolah tanah, menyemai benih, hingga merawat tanaman. Berbagai sayuran, seperti kangkung, bayam, sawi, hingga cabai tumbuh subur di lahan yang dikelola secara optimal ini.
Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun, menegaskan kegiatan ini merupakan implementasi ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah. Dengan memanfaatkan teknologi pertanian sederhana, namun efektif. Lahan yang dulunya gersang kini memberikan manfaat ganda, yaitu estetika lingkungan dan nilai guna.
"Kami ingin menunjukkan tembok penjara bukan penghalang untuk tetap produktif. Di sini, kami menanam harapan di atas tanah yang terbatas agar kelak para Warga Binaan bisa memanen kebaikan saat bebas nanti," ujar Bahrun, Selasa (31/2).
Seluruh upaya yang dilakukan saat ini bermuara pada satu target besar, yaitu persiapan panen raya. Pemanfaatan lahan ini bukan sekadar aktivitas harian, melainkan proyek terstruktur untuk membuktikan sistem pembinaan di Lapas Luwuk berjalan secara efektif dan masif.
Momentum panen raya yang sedang dipersiapkan ini akan menjadi ajang pembuktian kemandirian bagi para Warga Binaan. Melalui program ini, mereka dibekali keterampilan bertani yang mumpuni sebagai bekal berharga saat kembali ke masyarakat kelak.
Selain bertujuan memperkuat ketahanan pangan internal untuk memenuhi kebutuhan dapur Lapas, hasil panen yang melimpah juga diproyeksikan untuk dipasarkan. Keuntungan dari penjualan tersebut kemudian dikelola sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak sekaligus memberikan premi atau upah bagi Warga Binaan yang telah bekerja keras di ladang.
Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, Heru Cahyono, turut memberikan penekanan terkait teknis dan pengawasan di lapangan. Pihaknya terus melakukan pendampingan intensif kepada Warga Binaan untuk memastikan setiap tahapan, mulai dari pengolahan tanah hingga pengendalian hama dilakukan sesuai prosedur pertanian yang baik.
“Fokus utama saat ini adalah menjaga konsistensi perawatan agar target panen raya tercapai tepat waktu dengan hasil memuaskan,” terang Heru.
Melalui tangan-tangan yang terampil, sayuran hortikultura tumbuh sebagai simbol regenerasi dan semangat baru. Lapas Luwuk membuktikan dengan kreativitas dan kemauan, setiap jengkal tanah memiliki potensi untuk memberdayakan manusia. (IR)
Kontributor: Lapas Luwuk
What's Your Reaction?


