Lapas I Malang Optimalkan Pertanian Brandgang untuk Ketahanan Pangan

Lapas I Malang Optimalkan Pertanian Brandgang untuk Ketahanan Pangan

Malang, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Malang optimalkan lahan pertanian di area brandgang sebagai bagian dari program ketahanan pangan sekaligus pembinaan kemandirian Warga Binaan, Selasa (4/8). Sebanyak 30 Warga Binaan kelola berbagai komoditas hortikultura, seperti kangkung, sawi, terong, kubis, cabai, tomat, serta jagung yang mulai dibudidayakan.

Hasil panen secara rutin disalurkan ke Dapur Sehat Lapas Malang untuk penuhi kebutuhan konsumsi internal. Program ini dukung penyediaan bahan pangan sekaligus beri keterampilan pertanian kepada Warga Binaan.

Selain menjadi sarana produksi pangan, lahan brandgang juga menjadi tahapan pembinaan sebelum Warga Binaan ikuti program asimilasi di luar tembok, termasuk di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) L'SIMA Ngajum. Melalui pembinaan tersebut, Warga Binaan dibekali keterampilan bertani, etos kerja, tanggung jawab, dan pengalaman praktik sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat.

Kepala Lapas Malang, Christo Victor Nixon Toar, mengatakan pengembangan pertanian di area brandgang akan terus dilakukan sebagai dukungan terhadap program ketahanan pangan yang sejalan dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

"Pembinaan melalui sektor pertanian memberikan manfaat yang berkelanjutan. Warga Binaan memperoleh keterampilan dan pengalaman kerja, kebutuhan pangan internal dapat terpenuhi, serta hasil panen juga dapat memberikan manfaat bagi keluarga Warga Binaan. Inilah wujud pembinaan yang produktif, berdampak, dan mendukung ketahanan pangan nasional," ujar Christo.

Menurut Christo, selain dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dapur internal, sebagian hasil panen juga dibagikan kepada keluarga Warga Binaan sebagai bentuk kepedulian sosial Lapas Malang.

Kegiatan ini juga mendapat respons positif dari Warga Binaan, AB, yang telah mengikuti program pembinaan kemandirian di pertanian brandgang selama lebih dari dua tahun.

"Kami tidak hanya mendapatkan ilmu dan keterampilan baru, tetapi juga menerima premi atas hasil kerja selama mengelola lahan. Kami juga senang karena keluarga dapat membawa pulang sebagian hasil panen yang kami tanam," ungkap AB.

Ia menambahkan, sebelum mengikuti program tersebut dirinya hanya memiliki pengalaman mengelola lahan dengan satu jenis tanaman. Melalui pembinaan di Lapas, ia kini memahami teknik budidaya berbagai komoditas dalam satu lahan sehingga keterampilan bertaninya semakin berkembang. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas I Malang

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0