Lapas Mojokerto Gelar Razia Malam bersama APH, Perkuat Komitmen Berantas Barang Terlarang
Mojokerto, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto gelar razia gabungan pada malam hari bersama aparat penegak hukum (APH) sebagai upaya memperkuat keamanan dan ketertiban di dalam Lapas. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (6/8) itu libatkan personel Polres Mojokerto Kota, Kodim 0815/Mojokerto, dan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Mojokerto sebagai bentuk sinergi antarinstansi wujudkan Lapas yang bersih dari barang terlarang.
Sebelum razia, seluruh personel ikuti apel bersama di halaman Lapas Mojokerto. Apel dipimpin Kepala Lapas Mojokerto, Arifin Akhmad. Ia menginstruksikan agar razia dilaksanakan secara humanis, profesional, serta tetap mengedepankan aspek keamanan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Dalam arahannya, seluruh personel juga diingatkan bekerja sesuai prosedur dan menjaga soliditas selama pelaksanaan kegiatan.
Arifin Akhmad menyebut razia gabungan merupakan bentuk komitmen dalam menjaga integritas sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan.
"Razia ini merupakan langkah preventif yang terus kami laksanakan secara rutin dan berkelanjutan. Sinergi bersama TNI, Polri, dan BNN menjadi kekuatan dalam menjaga Lapas Mojokerto tetap aman, tertib, serta bersih dari handphone, pungutan liar, dan narkoba," tegasnya.
Sersan Kepala (Serka) Heru ST yang mewakili Koramil 0815/19 Magersari tegaskan kesiapan TNI untuk terus mendukung pengamanan di Lapas Mojokerto.
"Kami dari pihak Koramil siap mendukung penuh upaya pengamanan di Lapas Mojokerto. Sinergi ini merupakan bentuk nyata kemitraan TNI dalam menjaga ketertiban wilayah serta memastikan proses pembinaan Warga Binaan dapat berjalan dengan aman dan lancar," ujarnya.
Usai apel, petugas gabungan dibagi ke dalam beberapa tim untuk mempercepat dan mengoptimalkan pemeriksaan. Masing-masing tim bergerak menyusuri blok hunian Tahanan dan Narapidana dengan memeriksa kamar hunian beserta barang-barang milik mereka.
Bersama BNNK Mojokerto yang diwakili Bripka Dwi Danu, petugas juga melakukan tes urine secara acak terhadap sejumlah Warga Binaan sebagai bagian dari deteksi dini penyalahgunaan narkotika.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, seluruh Warga Binaan yang diperiksa dinyatakan negatif narkoba," jelas Danu.
Senada, Brigadir Aries Setyawan yang mewakili Polsek Magersari Polres Mojokerto mengatakan pemeriksaan dilakukan secara teliti di setiap sudut kamar hunian untuk pastikan tidak ada barang yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam Lapas.
"Selain sebagai langkah deteksi dini, razia ini juga menjadi upaya pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan serta wujud komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan Pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif," ujar Aries.
Dari hasil penyisiran di Blok Tahanan kamar 5, 6, dan 7, Blok Narapidana kamar 9, 10, dan 13, serta Blok Wanita kamar 1 dan 2, petugas tidak menemukan telepon genggam, narkotika, maupun barang terlarang lainnya. Petugas mengamankan 15 senjata tajam rakitan, 5 sendok stainless, 4 set kartu remi, dan 1 set kartu domino yang berpotensi disalahgunakan. Seluruh barang temuan didata dan diamankan untuk dimusnahkan sesuai ketentuan. Hasil tersebut menegaskan kondisi zero handphone dan zero narkoba di Lapas Mojokerto tetap terjaga.
Lebih lanjut, Arifin Akhmad menyampaikan kegiatan tersebut sejalan dengan pelaksanaan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya penguatan pemberantasan peredaran narkoba dan berbagai barang terlarang di dalam Lapas dan Rutan. Menurutnya, sinergi dengan aparat penegak hukum akan terus diperkuat guna wujudkan sistem Pemasyarakatan yang semakin profesional, akuntabel, dan berintegritas.
Lapas Mojokerto berharap situasi keamanan dan ketertiban tetap terjaga sehingga kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan Pemasyarakatan terus meningkat. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Mojokerto
What's Your Reaction?


