Lapas Narkotika Pangkalpinang Panen 64 Kilogram Pakcoy Hidroponik, Perkuat Pembinaan Kemandirian Warga Binaan
Pangkalpinang, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang kembali tunjukkan komitmennya dalam mendukung program pembinaan kemandirian Warga Binaan melalui panen sayuran pakcoy hasil budidaya hidroponik sistem wick, Senin (13/7). Sebanyak 64 kilogram pakcoy berhasil dipanen dari instalasi hidroponik yang memanfaatkan stereofoam bekas di area branggang Lapas sebagai media tanam yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis.
Budidaya hidroponik sistem wick dipilih sebagai solusi atas kondisi lahan yang kurang memungkinkan untuk pertanian konvensional. Selain mengoptimalkan pemanfaatan lahan kosong di lingkungan Lapas, program ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi Warga Binaan untuk memperoleh keterampilan di bidang pertanian modern yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Lapas Narkotika Pangkalpinang, Novriadi, menjelaskan metode hidroponik wick dipilih karena lebih efektif diterapkan pada kondisi lahan yang tersedia dan memiliki biaya perawatan yang relatif rendah. "Kami memilih sistem hidroponik wick karena kondisi tanah di sekitar area pembinaan kurang mendukung untuk ditanami secara langsung. Alhamdulillah, setelah kurang lebih satu bulan proses budidaya, hasil panennya cukup baik dan kami berhasil memanen sekitar 64 kilogram pakcoy," ujarnya.
Menurut Novriadi, keberhasilan panen tersebut menjadi motivasi untuk terus mengembangkan program pembinaan kemandirian berbasis pertanian. Saat ini Lapas Narkotika Pangkalpinang tengah menyiapkan pengembangan instalasi hidroponik baru dengan kapasitas sekitar 1.000 lubang tanam yang ditargetkan mulai memasuki masa panen pada bulan Agustus mendatang.
"Target kami adalah mengoptimalkan seluruh lahan yang tersedia di Lapas untuk mendukung program ketahanan pangan sekaligus memberikan keterampilan produktif kepada Warga Binaan. Melalui pembinaan berkelanjutan dan disesuaikan dengan minat, serta bakat masing-masing, kami berharap mereka memiliki bekal keterampilan yang dapat menjadi sumber penghidupan setelah bebas nanti," tambah Novriadi.
Selain budidaya sayuran hidroponik, Lapas Narkotika Pangkalpinang juga terus mengembangkan berbagai program pembinaan kemandirian lainnya. Di bidang pertanian dan peternakan, Warga Binaan dibekali keterampilan melalui budidaya ikan gurami, patin, dan lele, serta pemeliharaan ayam petelur dan ayam kampung sebagai penguatan ketahanan pangan.
Tidak hanya itu, program pembinaan juga mencakup berbagai pelatihan kewirausahaan dan keterampilan kerja, seperti menjahit, konveksi, sablon, barbershop, pembuatan roti, pempek, getas, keripik, minuman jahe, topi destar, pengelasan, perbengkelan, hingga pelatihan coffee barista. Seluruh kegiatan tersebut diberikan kepada Warga Binaan berdasarkan hasil asesmen minat dan bakat sehingga proses pembinaan berjalan lebih optimal dan tepat sasaran.
Hasil panen pakcoy dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan internal serta dipasarkan kepada masyarakat sebagai keberlanjutan program pembinaan. Melalui kegiatan ini, Lapas Narkotika Pangkalpinang terus berkomitmen menghadirkan pembinaan yang produktif, meningkatkan keterampilan Warga Binaan, mendukung program ketahanan pangan nasional, serta mempersiapkan Warga Binaan agar mampu hidup mandiri, produktif, dan tidak kembali terjerumus dalam penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika setelah menyelesaikan masa pidananya. (IR)
Kontributor: LPN Pangkalpinang
What's Your Reaction?


