Warga Binaan Lapas Ambon Asah Keterampilan, Produksi Kusen untuk Pembangunan Koperasi
Ambon, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon terus optimalkan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan. Terbaru, bengkel kerja Lapas Ambon berhasil menyelesaikan pesanan produksi kusen pintu dan jendela yang dipesan Koperasi Konsumen Lapas Ambon untuk keperluan pembangunan gedung koperasi, Selasa (14/7). Produk yang dihasilkan meliputi tiga kusen jendela dan satu kusen pintu kayu berkualitas.
Proses pembuatan kusen ini melibatkan tahapan yang cukup detail, mulai dari pemilihan bahan baku kayu yang berkualitas, pengukuran presisi, pemotongan sesuai desain, hingga proses penghalusan (penyerutan) dan perakitan menggunakan teknik sambungan kayu yang kuat agar menghasilkan produk yang kokoh dan tahan lama.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Zulkipli Salampessy, menyampaikan kegiatan ini merupakan wujud nyata hasil dari pelatihan keterampilan yang selama ini diberikan kepada Warga Binaan. Ia menegaskan pihaknya terus mendorong Warga Binaan agar memiliki keahlian yang dapat menjadi bekal setelah bebas nanti. Seluruh dana akan dikelola secara transparan di mana sebagian akan disetorkan ke kas negara sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan sebagian lagi diberikan sebagai premi atas kerja keras Warga Binaan
"Kami selalu berupaya menyediakan wadah agar mereka produktif dan menghasilkan karya bernilai ekonomis," ujar Zulkipli.
Salah satu Warga Binaan berinisial F sangat bersyukur bisa mengaplikasikan ilmu perkayuan yang ia dapatkan di Lapas. Selain menambah keahlian, ia merasa senang karena jerih payahnya dihargai melalui pemberian premi.
"Saya merasa bangga karena hasil kerja saya bisa dipakai langsung untuk pembangunan fasilitas di sini dan saya senang mendapat premi atas hasil kerja ini," tutur F.
Sementara itu, pengurus Koperasi Konsumen Lapas Ambon, Johanis Aflaubun, memberikan apresiasi atas kualitas kusen yang diproduksi oleh para Warga Binaan. Ia merasa kualitas pengerjaannya tidak kalah dengan bengkel kayu profesional di luar sana.
"Kami sengaja memesan di bengkel kerja Lapas karena ingin mendukung program pembinaan sekaligus mendapatkan produk yang sesuai kebutuhan koperasi kami," ungkap Johanis.
Terpisah, Kepala Lapas Ambon, S. Hendra Budiman, memberikan dukungan penuh terhadap sinergi yang terbangun antara bengkel kerja dan koperasi. Kegiatan ini adalah bentuk nyata bahwa Warga Binaan mampu memberikan kontribusi positif bagi institusi sekaligus memberikan manfaat langsung bagi Warga Binaan itu sendiri. Ia berharap keterampilan ini terus diasah agar menjadi modal utama Warga Binaan dalam berintegrasi kembali dengan masyarakat.
"Program ini bukan sekadar membuat barang, tetapi tentang membangun rasa percaya diri dan tanggung jawab Warga Binaan, serta memberi apresiasi berupa premi atas karya yang mereka hasilkan," tegas Hendra.
Keberhasilan produksi ini menjadi bukti bahwa tembok penjara tidak membatasi Warga Binaan untuk berkarya. Melalui pendampingan yang intensif dan dukungan berbagai pihak, program pembinaan di Lapas Ambon terus bertransformasi menjadi sarana pemberdayaan sumber daya manusia berkualitas sekaligus memberikan kontribusi bagi negara melalui PNBP. (IR)
Konributor: Lapas Ambon
What's Your Reaction?


