Lapas Pangkalpinang Olah Nanas Jadi Produk Bernilai Ekonomi lewat Program Kelurahan Binaan

Lapas Pangkalpinang Olah Nanas Jadi Produk Bernilai Ekonomi lewat Program Kelurahan Binaan

Pangkalpinang, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang terus perkuat pembinaan kemandirian melalui Program Kelurahan Binaan dengan menggelar pelatihan pengolahan hasil pertanian nanas menjadi sari buah dan dodol bagi Warga Binaan dan masyarakat, Jumat (22/5). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan nilai jual komoditas lokal sekaligus membekali keterampilan wirausaha nyata guna mendukung kemandirian ekonomi.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaper) Kota Pangkalpinang, Anon Nurdiatik, didampingi Novita selaku peserta magang untuk berbagi pengetahuan dan keterampilan kepada Warga Binaan, perwakilan warga masyarakat Kelurahan Tuatunu Indah, Kelurahan Selindung, Kelurahan Kacang Pedang, dan masyarakat sekitar Lapas Pangkalpinang. Hadir pul perwakilan petugas  Lapas Perempuan Pangkalpinang.

Kepala Lapas Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, berharap pelatihan ini dmenjadi bekal  dalam membangun usaha mandiri dan mengembangkan potensi komoditas lokal seperti nanas Tuatunu agar bernilai ekonomi. “Pelatihan ini bukan hanya mengajarkan keterampilan, tetapi juga membangun semangat kerja. Dengan dukungan pemerintah daerah, potensi ekonomi masyarakat diharapkan terus tumbuh dan membawa keberkahan,” terangnya.

Sugeng menambahkan pelatihan ini merupakan langkah awal untuk mendorong pengembangan produk olahan nanas dan turunannya agar memiliki nilai tambah serta  dikembangkan bersama komoditas lokal lainnya.  “Nanas Tuatunu merupakan potensi khas daerah yang luar biasa. Ke depan, kegiatan ini diharapkan terus berkembang melalui pengolahan komoditas unggulan lokal lainnya, seperti jeruk kunci dan lainnya,” harapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Mulsa Afrianto, menyampaikan pelatihan ini merupakan upaya pembinaan kemandirian melalui keterampilan produktif dan peluang usaha dengan dukungan sinergi bersama masyarakat dan pemerintah daerah.  “Kami ingin Warga Binaan memiliki wawasan usaha yang dapat dimanfaatkan setelah bebas sekaligus mendorong produk olahan ini terus berkembang hingga memiliki merek dan pemasaran yang lebih luas,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan, Perkebunan, dan Hortikultura Dispaper Kota Pangkalpinang, Eri Haryono, mengapresiasi pelatihan yang digelar Lapas Pangkalpinang karena strategis dalam mendukung pembinaan kemandirian, kreativitas, keterampilan, dan penguatan ekonomi masyarakat. “Kota Pangkalpinang memiliki komoditas unggulan berupa Nanas Tuatunu yang telah terdaftar di Kementerian Pertanian RI serta memiliki cita rasa khasdan  berkualitas. Kami berharap kegiatan ini mempererat kolaborasi dalam mendukung SDM unggul dan produktif,” harapnya.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Rozi selaku Sekretaris Camat Gerunggang, Iwan Bernadi selaku Lurah Tuatunu Indah, dan perwakilan Lembaga Adat Melayu Tuatunu. Pelatihan berlangsung interaktif melalui praktik dan diskusi pengolahan nanas sebagai bekal produktif bagi Warga Binaan dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan serta pemberdayaan ekonomi. (IR)

 

Kontributor: Lapas Pangkalpinang

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0