Lapas Pemuda Madiun Gelar Asesmen 68 Warga Binaan untuk Program Rehabilitasi dan Re-Edukasi

Lapas Pemuda Madiun Gelar Asesmen 68 Warga Binaan untuk Program Rehabilitasi dan Re-Edukasi

Madiun, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun laksanakan asesmen terhadap 68 Warga Binaan sebagai tindak lanjut arahan Presiden RI dan arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan terkait pembentukan Pusat Rehabilitasi dan Re-Edukasi bagi Warga Binaan, Rabu (7/10). Program tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat pembinaan dan rehabilitasi Warga Binaan dengan target pelaksanaan secara nasional terhadap sekitar 30 ribu Warga Binaan yang akan mendapatkan program rehabilitasi dan re-edukasi sesuai pembagian wilayah masing-masing.

Di Lapas Pemuda Madiun, 68 Warga Binaan yang sebelumnya telah memenuhi kriteria mengikuti proses asesmen. Kegiatan ini dilaksanakan oleh petugas Lapas Pemuda Madiun berkolaborasi bersama Balai Pemasyarakatan (Bapas) Madiun.

Dalam proses asesmen, para asesor menggali berbagai informasi dari Warga Binaan melalui instrumen Kelayakan dan Penempatan Rehabilitasi dan Re-Edukasi Narapidana Pengguna NAPZA Berbasis Ketahanan Pangan. Asesmen dilakukan secara terukur untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi, kebutuhan, serta kelayakan Warga Binaan dalam mengikuti program rehabilitasi dan re-edukasi.

Kolaborasi antara Lapas Pemuda Madiun dan Bapas Madiun menjadi bagian penting dalam memastikan proses asesmen berjalan secara objektif, komprehensif, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Hasil asesmen selanjutnya akan menjadi bahan dalam Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) untuk mendapatkan rekomendasi terkait kelayakan dan penempatan Warga Binaan dalam program tersebut. Hasil Sidang TPP nantinya akan dilaporkan berjenjang kepada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur sebagai bahan tindak lanjut program rehabilitasi dan re-edukasi di wilayah Jawa Timur.

Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menyampaikan asesmen merupakan komitmen dalam mendukung kebijakan pemerintah di bidang Pemasyarakatan, khususnya dalam memberikan pembinaan yang tepat sasaran kepada Warga Binaan. “Kami mendukung penuh arahan pemerintah terkait pembentukan pusat rehabilitasi dan re-edukasi bagi Warga Binaan. Asesmen ini menjadi tahapan penting untuk memastikan Warga Binaan yang memenuhi kriteria dapat memperoleh program yang sesuai kebutuhan mereka,” tegasnya.

Menurut Rudi, proses asesmen tidak hanya menjadi pendataan, tetapi juga merupakan langkah awal untuk menentukan pola pembinaan yang lebih terarah dan memberikan manfaat bagi Warga Binaan. “Kami berharap melalui program rehabilitasi dan re-edukasi ini, Warga Binaan mengikuti proses pembinaan secara serius, mendapatkan keterampilan dan pengetahuan bermanfaat, termasuk melalui pendekatan berbasis ketahanan pangan. Tujuan akhirnya adalah mempersiapkan mereka agar kembali ke masyarakat dengan bekal yang lebih baik,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu Warga Binaan berinisial K mengikuti proses asesmen dengan baik dan berharap program rehabilitasi dan re-edukasi memberikan kesempatan bagi dirinya untuk memperbaiki diri serta memperoleh keterampilan yang bermanfaat. K juga menyampaikan apresiasinya kepada petugas yang telah memberikan pendampingan selama proses asesmen. Tahapan tersebut menjadi motivasi bagi dirinya untuk mengikuti pembinaan dengan lebih sungguh-sungguh.

“Semoga melalui program ini saya bisa belajar lebih banyak, memperbaiki diri, dan mendapatkan keterampilan yang nantinya menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat,” harap K.

Pelaksanaan asesmenmenjadi salah satu komitmen Lapas Pemuda Madiun untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan Warga Binaan sekaligus mendukung terwujudnya Sistem Pemasyarakatan yang lebih humanis, terarah, serta berorientasi pada pemulihan dan reintegrasi sosial. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Pemuda Madiun

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0