Lapas Saparua Fasilitasi Akses Literasi Perpustakaan Warga Binaan
Saparua, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Saparua terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembinaan melalui pemenuhan kebutuhan dasar literasi bagi Warga Binaan. Komitmen tersebut diwujudkan dengan membebaskan akses literasi melalui layanan perpustakaan Lapas yang dapat dimanfaatkan secara rutin.
Pemberian akses literasi ini bertujuan memenuhi kebutuhan dasar membaca Warga Binaan selama menjalani masa pembinaan sekaligus membuka wawasan, menambah pengetahuan, dan mendorong tumbuhnya minat belajar. Melalui kegiatan membaca, Warga Binaan diarahkan untuk memanfaatkan waktu dengan aktivitas positif yang mendukung pembinaan kepribadian.
Perpustakaan Lapas Saparua menyediakan beragam koleksi bacaan yang dapat dipilih secara bebas sesuai minat dan kebutuhan Warga Binaan. Jenis buku yang tersedia meliputi pengetahuan umum, keagamaan, kesehatan, keterampilan, motivasi, hingga karya sastra seperti novel, cerpen, dan biografi. Dengan ragam bacaan tersebut, Warga Binaan diberikan ruang untuk menentukan sendiri bahan bacaan yang dapat menunjang proses pembinaan dan pengembangan diri.
Kepala Lapas Saparua, Pramuaji Buamonabot, menegaskan literasi merupakan bagian penting dari pembinaan yang tidak dapat dipisahkan dari tujuan Pemasyarakatan. Menurutnya, akses terhadap buku dan bahan bacaan merupakan sarana efektif untuk membentuk pola pikir yang lebih positif dan produktif.
“Melalui akses literasi perpustakaan, kami ingin Warga Binaan tetap memiliki kesempatan untuk belajar dan memperluas wawasan. Literasi menjadi fondasi penting dalam pembinaan. Dari membaca, mereka dapat memahami nilai, pengetahuan, dan keterampilan yang berguna bagi kehidupan ke depan,” ujarnya, Senin (29/12).
Antusiasme Warga Binaan terhadap akses perpustakaan terlihat dari meningkatnya minat membaca, khususnya pada buku-buku sastra. Salah satu Warga Binaan berinisial J.T (19) mengaku gemar membaca novel selama berada di lapas. “Saya suka baca buku-buku seperti novel. Sudah tiga novel yang saya baca. Semua tentang percintaan,” ungkapnya
Melalui pembebasan akses literasi ini, Lapas Saparua berharap budaya membaca dapat terus tumbuh di lingkungan Lapas sehingga Warga Binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh bekal pengetahuan dan wawasan sebagai modal untuk kembali dan berperan positif di tengah masyarakat. (IR)
Kontributor: Lapas Saparua
What's Your Reaction?


