Lapas Surabaya Jadi Tuan Rumah Bimtek Penguatan Jejaring Kesehatan se-Jawa Timur

Lapas Surabaya Jadi Tuan Rumah Bimtek Penguatan Jejaring Kesehatan se-Jawa Timur

Sidoarjo, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Surabaya menjadi tuan rumah Bimbingan Teknis dan Penguatan Jejaring Percepatan Kepesertaan Jaminan Kesehatan bagi Tahanan dan Narapidana serta Pelaksanaan CKG dan Skrining TBC, HIV, dan Penyakit Menular Lainnya, Kamis (10/9). Kegiatan tersebut diikuti Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan se-Jawa Timur bersama sejumlah instansi mitra untuk memperkuat penyelenggaraan layanan kesehatan bagi Tahanan dan Narapidana.

Kepala Lapas Surabaya, Sohibur Rachman, menyampaikan kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam memenuhi kebutuhan kesehatan Warga Binaan. Sebagai tuan rumah, Lapas Surabaya menyambut baik keterlibatan berbagai instansi dalam memperluas akses terhadap jaminan kesehatan, pemeriksaan, hingga tindak lanjut pelayanan medis.

“Kami menyambut baik penguatan jejaring ini. Melalui kerja sama dengan berbagai instansi, kami berharap layanan kesehatan bagi Warga Binaan makin terintegrasi, terutama dalam akses jaminan kesehatan, pemeriksaan, hingga tindak lanjut pelayanan medis,” harap Sohibur.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Kusnali, mengajak seluruh jajaran mengikuti kegiatan secara sungguh-sungguh agar terbangun kesamaan persepsi dalam penyelenggaraan layanan kesehatan di lingkungan Pemasyarakatan. Ia juga menilai Lapas Surabaya dapat menjadi lokasi studi tiru bagi satuan kerja (satker) lain, khususnya dalam pengelolaan layanan kesehatan yang terintegrasi dengan BPJS Kesehatan.

“Saya mengajak seluruh jajaran mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh sehingga kita memiliki kesamaan persepsi dalam memberikan layanan kesehatan kepada Warga Binaan. Lapas Surabaya juga dapat menjadi studi tiru bagi satker lainnya, khususnya dalam pengelolaan layanan kesehatan yang terintegrasi dengan BPJS Kesehatan,” ujar Kusnali.

Senada, Direktur Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi, Adhayani Lubis, menegaskan pemenuhan hak kesehatan merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan Pemasyarakatan. Percepatan kepesertaan jaminan kesehatan perlu didukung pemadanan data identitas, khususnya NIK, dan koordinasi dengan instansi terkait. Ia juga menekankan agar hasil CKG serta skrining TBC, HIV, dan penyakit menular lainnya ditindaklanjuti melalui pemeriksaan, pengobatan, rujukan, dan pemantauan sesuai kebutuhan medis.

“Kita perlu memastikan kepesertaan jaminan kesehatan berjalan dengan baik dan pelayanan kesehatan dilaksanakan berkesinambungan. Hasil skrining bukan menjadi akhir pelayanan, tetapi harus ditindaklanjuti melalui pemeriksaan, pengobatan, rujukan, dan pemantauan sesuai kebutuhan,” ungkap Adhayani.

Penguatan kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Lapas Surabaya dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo, BPJS Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sidoarjo, RS Bhayangkara Porong, serta RSUD Notopuro Sidoarjo. Kesepakatan ini mencakup dukungan terhadap kepesertaan jaminan kesehatan, administrasi kependudukan, serta akses pemeriksaan dan pelayanan medis bagi Tahanan dan Narapidana.

Kegiatan tersebut menjadi upaya menyelaraskan pemahaman jajaran Pemasyarakatan dan mitra terkait dalam penyelenggaraan layanan kesehatan. Sinergi yang terbentuk diharapkan mendukung penanganan kebutuhan medis Tahanan dan Narapidana secara lebih terarah dan berkelanjutan. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Surabaya

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
1
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0