Lapas Tanjung Bekali Warga Binaan Keterampilan Tata Boga lewat Usaha Gorengan Mandiri
Tanjung, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjung perkuat pembinaan kemandirian melalui pelatihan tata boga yang berfokus pada usaha pembuatan gorengan, Kamis (16/7). Program tersebut bekali Warga Binaan dengan keterampilan praktis yang memiliki nilai ekonomi sebagai bekal setelah kembali ke tengah masyarakat.
Pembinaan berlangsung di area kerja Lapas Tanjung dengan melibatkan Staf Kegiatan Kerja (Giatja) dan Warga Binaan. Peserta mendapat pembelajaran mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan adonan, teknik menggoreng, hingga penyajian produk agar memiliki kualitas yang baik dan diminati konsumen. Kegiatan ini juga diarahkan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan.
Staf Giatja, Abu Salim, menjelaskan pembinaan tata boga tidak hanya mengajarkan kemampuan teknis memasak, tetapi juga membangun pola pikir produktif dan mandiri. Menurutnya, usaha gorengan merupakan peluang usaha yang mudah dijalankan dengan modal terjangkau dan memiliki pangsa pasar yang luas.
"Melalui pembinaan ini kami ingin memberikan keterampilan yang benar-benar dapat diterapkan setelah Warga Binaan bebas nanti. Usaha gorengan merupakan peluang usaha yang sederhana, tetapi memiliki potensi ekonomi yang baik apabila dikelola dengan disiplin, menjaga kualitas, dan memberikan pelayanan yang baik kepada pelanggan," ujar Abu Salim.
Selama pembelajaran, Warga Binaan ikuti setiap tahapan praktik, mulai dari menyiapkan bahan, mengolah adonan, mengatur suhu minyak, hingga menghasilkan gorengan yang matang merata. Pendampingan secara langsung juga memberikan pemahaman mengenai standar produksi, kebersihan, dan keamanan pangan.

Salah seorang Warga Binaan, Rudi, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru melalui pembinaan tersebut. Menurutnya, keterampilan yang diperoleh menjadi bekal untuk memulai usaha setelah menyelesaikan masa pidana.
"Saya merasa senang karena mendapat keterampilan yang bisa langsung dipraktikkan. Ilmu ini memberikan harapan bagi saya untuk membuka usaha kecil setelah bebas nanti sehingga dapat mencari nafkah secara halal dan bermanfaat bagi keluarga," ungkap Rudi.
Melalui program pembinaan kemandirian ini, Lapas Tanjung bekali Warga Binaan dengan keterampilan kerja sebagai bekal reintegrasi sosial sekaligus dorong lahirnya pribadi yang mandiri, produktif, dan siap kembali ke tengah masyarakat. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Tanjung
What's Your Reaction?


