Seledri Hidroponik Warga Binaan Lapas Batulicin Laris Dibeli Pengunjung
Batulicin, INFO_PAS – Hasil budidaya seledri hidroponik karya Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin semakin diminati pengunjung, khususnya keluarga Warga Binaan yang datang saat layanan kunjungan. Tingginya minat tersebut tunjukkan program pembinaan kemandirian tidak hanya bekali keterampilan, tetapi juga hasilkan produk pertanian yang berkualitas dan bernilai ekonomi.
Seledri hidroponik dibudidayakan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Batulicin dengan pendampingan petugas pembinaan. Seluruh proses, mulai dari penyemaian, perawatan, hingga panen, dikerjakan langsung oleh Warga Binaan sebagai bagian dari pembelajaran pertanian modern.
Hasil panen dipasarkan melalui Kantin Pujasera Lapas Batulicin untuk penuhi kebutuhan internal, sekaligus dijual kepada keluarga Warga Binaan pada layanan kunjungan setiap Selasa, Rabu, dan Kamis. Penjualan tersebut turut mendukung biaya operasional dan keberlanjutan program pembinaan kemandirian.
Program ini tidak hanya membekali Warga Binaan dengan keterampilan di bidang pertanian, tetapi juga menanamkan disiplin, ketelitian, tanggung jawab, dan etos kerja sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat.
Petugas Lapas Batulicin, Hairul, mengatakan tingginya minat masyarakat terhadap hasil panen seledri menjadi motivasi bagi Warga Binaan untuk terus meningkatkan kualitas budidaya. Menurutnya, pembinaan akan semakin bermakna apabila mampu menghasilkan produk yang bermanfaat dan diterima masyarakat.
"Budidaya seledri hidroponik tidak hanya menghasilkan produk pertanian yang berkualitas, tetapi juga membentuk kemampuan teknis Warga Binaan dalam mengelola pertanian modern. Antusiasme pengunjung terhadap hasil panen menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas keterampilannya," ujar Hairul.
Salah seorang pengunjung, Mega, mengaku senang dapat membeli hasil panen seledri hidroponik karya Warga Binaan saat berkunjung ke Lapas Batulicin. Menurutnya, selain memperoleh sayuran segar untuk kebutuhan sehari-hari, pembelian tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap program pembinaan.
"Seledri hidroponik ini sangat bermanfaat untuk kebutuhan menu sehari-hari di rumah karena kondisinya segar dan berkualitas. Saya juga merasa senang bisa ikut membeli hasil karya Warga Binaan karena secara tidak langsung turut mendukung perputaran manfaat agar program pembinaan hidroponik di Lapas Batulicin dapat terus berjalan dan berkembang secara berkesinambungan," ujar Mega.
Sementara itu, Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, menegaskan meningkatnya minat masyarakat terhadap hasil budidaya seledri hidroponik menjadi indikator keberhasilan pembinaan kemandirian. Menurutnya, setiap produk yang dihasilkan Warga Binaan harus bermanfaat, berkualitas, dan menjadi bekal untuk kembali ke masyarakat.
"Meningkatnya minat masyarakat terhadap hasil budidaya seledri hidroponik menunjukkan bahwa pembinaan kemandirian di Lapas Batulicin telah menghasilkan karya yang bernilai dan bermanfaat. Kami berkomitmen terus mengembangkan program-program produktif sebagai implementasi dukungan terhadap 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026 guna mencetak Warga Binaan yang terampil, mandiri, berdaya saing, dan siap berkontribusi positif di tengah masyarakat," tegas Thoha. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Batulicin
What's Your Reaction?


