Lapas Tanjung Cetak Warga Binaan Terampil melalui Produksi Tas D’Payau

Lapas Tanjung Cetak Warga Binaan Terampil melalui Produksi Tas D’Payau

Tanjung, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjung beriketerampilan menjahit kepada Warga Binaan melalui produksi Tas D’Payau di Bengkel Kerja (Bengker), Rabu (19/8). Kegiatan tersebut libatkan Staf Kegiatan Kerja (Giatja), peserta magang, dan Warga Binaan.

Pembinaan kemandirian menjahit jadi salah satu sarana untuk membekali Warga Binaan dengan keterampilan kerja selama jalani masa pidana. Melalui produksi Tas D’Payau, peserta tidak hanya belajar teknik menjahit, tetapi juga berlatih bekerja secara disiplin, teliti, dan bertanggung jawab.

Staf Giatja Lapas Tanjung, Abu Salim, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diarahkan untuk tingkatkan kompetensi sekaligus dorong produktivitas Warga Binaan. Menurutnya, keterampilan menjahit dapat jadi modal yang bermanfaat setelah Warga Binaan kembali ke masyarakat.

“Melalui pembinaan menjahit ini, kami ingin Warga Binaan memiliki keterampilan yang dapat terus dikembangkan. Mereka tidak hanya belajar membuat produk, tetapi juga dilatih untuk disiplin, teliti, bertanggung jawab, dan mampu bekerja secara produktif,” ujar Abu Salim.

Dalam proses produksi, Warga Binaan terlibat dalam berbagai tahapan pembuatan Tas D’Payau, mulai dari persiapan bahan, pengukuran, pemotongan, hingga menjahit dan penyelesaian produk. Staf Giatja bersama peserta magang turut mendampingi setiap tahapan untuk memastikan proses berjalan baik dan menghasilkan produk yang berkualitas.

Salah seorang Warga Binaan, Rudi, menyampaikan bahwa pembinaan menjahit memberikan kesempatan memperoleh keterampilan baru yang dapat dikembangkan setelah menyelesaikan masa pidana.

“Saya senang bisa mengikuti kegiatan menjahit karena dapat belajar keterampilan baru. Harapannya, kemampuan ini bisa menjadi bekal untuk bekerja atau membuka usaha setelah kembali ke masyarakat,” ungkapnya.

Pembinaan kemandirian menjahit melalui produksi Tas D’Payau diharapkan terus berkembang sebagai sarana peningkatan kompetensi dan produktivitas Warga Binaan. Keterampilan dan pengalaman kerja yang diperoleh diharapkan dapat mendukung kesiapan Warga Binaan untuk hidup mandiri dan berkontribusi positif setelah kembali ke masyarakat. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Tanjung

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0