Lapas Tolitoli Perkuat Pembinaan Kepribadian melalui Pembinaan Rohani Islam dan Kristen
Tolitoli, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tolitoli terus tingkatkan kualitas pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan melalui pembinaan kerohanian yang dilaksanakan secara berkesinambungan sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa (4/8) di Masjid Darul Hisab dan Gereja Patmos Lapas Tolitoli.
Warga Binaan Muslim mengikuti pembinaan keagamaan di Masjid Darul Hisab yang dipandu oleh Ustaz Solehan, Ustaz Firmandan Ustaz Safwan. Pada kesempatan tersebut disampaikan materi bertema "Nikmat Surga dan Siksa Neraka" yang mengajak Warga Binaan untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan kesadaran akan pentingnya menjalani kehidupan sesuai ajaran agama.
Sementara itu, Warga Binaan Kristen mengikuti ibadah dan pembinaan kerohanian di Gereja Patmos yang dilayani oleh Pendeta Joel Saragih. Dalam khotbahnya, Pendeta Joel menyampaikan Firman Tuhan dari 2 Korintus 7:10 dengan tema "Pertobatan yang Sejati Mengubah Hidup" yang mengajak Warga Binaan memahami makna pertobatan sebagai langkah awal menuju perubahan hidup yang lebih baik.
Kepala Lapas Tolitoli, Mansur Yunus Gafur, menegaskan pembinaan keagamaan merupakan salah satu program utama dalam membentuk karakter Warga Binaan agar siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik. "Kami ingin setiap Warga Binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh pembinaan mental, moral, dan spiritual sehingga memiliki bekal untuk berubah menjadi pribadi yang bertanggung jawab, berakhlak, dan berkontribusi positif setelah kembali ke masyarakat. Kami akan terus memberikan ruang dan fasilitas bagi seluruh Warga Binaan untuk menjalankan ibadah sesuai agama dan keyakinannya," ujarnya.
Senada, Kepala Subseksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik, I Putu Arta Wibawa, menyampaikan pembinaan kepribadian melalui pendekatan keagamaan merupakan bagian penting dari proses pembentukan karakter Warga Binaan. "Kami berharap Warga Binaan makin memiliki kesadaran untuk memperbaiki diri, mengendalikan perilaku, dan membangun nilai-nilai kehidupan yang positif. Pembinaan yang berkelanjutan diharapkan menjadi bekal bagi mereka agar kembali diterima dan berperan aktif di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana," ungkapnya.
Pelaksanaan pembinaan kerohanian bagi seluruh Warga Binaan tanpa membedakan latar belakang agama merupakan komitmen Lapas Tolitoli dalam memberikan pelayanan pembinaan yang adil, inklusif, dan berorientasi pada pemulihan. Melalui kegiatan ini, Lapas Tolitoli terus mengimplementasikan Core Values PRIMA Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, yaitu Profesional, Responsif, Integritas, Modern, dan Akuntabel, serta mendukung terwujudnya Pemasyarakatan PASTI Bermanfaat untuk Masyarakat melalui pembinaan humanis, berkelanjutan, dan berorientasi pada perubahan perilaku Warga Binaan. (IR)
Kontributor: Lapas Tolitoli
What's Your Reaction?


