Lapas Wahai Gelar Kebaktian Buka Usbu, Sentuh Kalbu Menuju Manusia Baru
Wahai, INFO_PAS – Perkuat pembinaan kerohanian, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai gelar ibadah kebaktian Buka Usbu bagi seluruh Warga Binaan Kristen, Senin (3/8). Kegiatan rutin awal pekan ini menjadi sarana perenungan sekaligus penguatan mental spiritual bagi Warga Binaan dalam menjalani masa pembinaan.
Kebaktian yang berlangsung di Gereja Ebenhaezer Lapas Wahai tersebut dilaksanakan secara bertahap dan komprehensif. Peribadatan diawali dengan ibadah tatap muka yang dipimpin langsung oleh pelayan gereja setempat, yaitu Gereja Protestan Maluku (GPM) Jemaat Bethsan Wahai melalui puji-pujian, doa bersama, dan pencerahan firman Tuhan. Suasana penuh kehangatan ini dilanjutkan dengan ibadah secara virtual bekerja sama dengan Yayasan Cahaya Kasih yang makin memperkaya pencerahan rohani dan memberikan jangkauan pembinaan mental yang lebih luas bagi para Warga Binaan.
Kepala Subseksi Pembinaan, La Joi, menegaskan kombinasi kegiatan rohani secara langsung maupun virtual dalam Buka Usbu ini merupakan bagian integral dari program pembinaan kepribadian. "Pembinaan kerohanian adalah fondasi utama dalam proses rehabilitasi Warga Binaan. Melalui ibadah Buka Usbu yang menggabungkan pelayanan tatap muka dari GPM Bethsan dan pendampingan virtual dari Yayasan Cahaya Kasih, kami ingin memastikan setiap Warga Binaan Kristen mendapatkan haknya untuk beribadah secara optimal sekaligus memperoleh ketenangan jiwa. Harapan kami, nilai-nilai spiritual yang diserap membentuk karakter mereka menjadi lebih baik setiap harinya," harapnya.
Bagi Warga Binaan, rangkaian pelaksanaan ibadah ini memberikan ruang mendalam untuk mengintrospeksi diri atas kekhilafan masa lalu dan memupuk harapan baru untuk masa depan. Mereka menyampaikan rasa syukur dan kesannya seusai mengikuti seluruh rangkaian kebaktian.
"Ibadah Buka Usbu ini sangat menyentuh hati kami. Baik dari khotbah pelayanan gereja maupun pesan yang disampaikan secara virtual tadi, kami belajar untuk benar-benar mengampuni diri sendiri dan memohon ampun kepada Tuhan. Firman yang disampaikan memberi kami kekuatan dan motivasi bahwa selalu ada kesempatan kedua untuk menjadi manusia baru saat keluar nanti," ungkap salah seorang Warga Binaan berinisial AM.
Merespons kelancaran dan kekhidmatan kegiatan tersebut, Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, memberikan apresiasi tinggi kepada para pelayan GPM Bethsan dan Yayasan Cahaya Kasih. Ia menegaskan komitmen Lapas untuk terus mendukung dan memperluas sinergi program pembinaan berbasis keagamaan.
"Kami berkomitmen tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan, tetapi juga fungsi pembentukan karakter. Ibadah Buka Usbu yang bersinergi dengan GPM Bethsan dan Yayasan Cahaya Kasih adalah ikhtiar kita bersama untuk menyentuh kalbu para Warga Binaan. Kami ingin mereka keluar dari tempat ini bukan lagi sebagai pribadi yang sama, melainkan sebagai manusia baru yang siap kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat," tutur Tersih.
Melalui pembinaan kerohanian berkesinambungan dan kolaboratif, Lapas Wahai membuktikan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan humanis, menyentuh sisi terdalam para Warga Binaan, dan membimbing mereka menuju jalan pembaharuan hidup. (IR)
Kontributor: Lapas Wahai
What's Your Reaction?


