Layanan Pulih Jiwa, Ruang Warga Binaan Lapas Tabanan Kelola Tekanan Psikologis
Tabanan, INFO_PAS – Layanan Pulih Jiwa kembali dimanfaatkan sebagai ruang pendampingan bagi Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan dalam mengelola tekanan psikologis selama menjalani masa pidana, Kamis (10/09). Kegiatan tersebut menjadi pembinaan yang mendukung kesehatan mental sekaligus membantu Warga Binaan beradaptasi secara positif dengan lingkungan Lapas.
Bekerja sama dengan Residen Departemen Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, dr. Jordi dan dr. Awang, Lapas Tabanan hadirkan sosialisasi dan penyuluhan kesehatan mental bagi Warga Binaan. Selain memperoleh edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental, peserta juga diberikan kesempatan untuk mengikuti sesi konseling individu sebagai sarana menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi.
Kepala Lapas Tabanan, Basuki Raharjo, menyampaikan perhatian terhadap kondisi psikologis Warga Binaan memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan proses pembinaan. “Menjalani masa pidana tentu membawa perubahan besar dalam kehidupan seseorang. Karena itu, kami berupaya menghadirkan ruang yang aman dan nyaman bagi Warga Binaan untuk memperoleh pendampingan sehingga mereka mampu mengelola tekanan yang dirasakan, tetap tenang, dan menjalani proses pembinaan dengan lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, dr. Awang menjelaskan kemampuan mengelola kondisi psikologis menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas hidup seseorang. “Perubahan lingkungan yang dialami Warga Binaan tentu membutuhkan proses penyesuaian. Melalui pemahaman tentang kesehatan mental dan dukungan yang tepat, mereka dapat lebih siap menghadapi berbagai tekanan, mengurangi stres, dan membangun pola pikir yang lebih positif selama menjalani masa pidana,” jelasnya.
Selain mengikuti penyuluhan, Warga Binaan juga memanfaatkan sesi konseling individu untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dirasakan secara lebih personal. Salah seorang Warga Binaan, Made, mengaku mendapatkan manfaat dari layanan tersebut. “Saya merasa lebih lega setelah menyampaikan apa yang saya rasakan. Kegiatan seperti ini membantu saya untuk lebih menerima keadaan dan tetap memiliki semangat untuk memperbaiki diri ke depannya,” ungkapnya. (IR)
Kontributor: Lapas Tabanan
What's Your Reaction?


