Lewat Ibadah Bersama, Rutan Masohi dan Kemenag Kab. Malteng Bentuk Karakter Warga Binaan
Masohi, INFO_PAS - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Masohi terus perkuat program pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan, khususnya melalui pembinaan kerohanian. Upaya tersebut diwujudkan melalui ibadah bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Maluku Tengah di Gereja Imanuel Rutan Masohi, Senin (14/9).
Kepala Rutan Masohi, Idris Kilkoda, mengatakan pembinaan kerohanian menjadi bagian penting dalam membentuk kesadaran dan karakter Warga Binaan selama menjalani masa pembinaan. Menurutnya, pembinaan tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan masa pidana, tetapi juga diarahkan agar Warga Binaan memiliki bekal kepribadian yang lebih baik ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat.
“Melalui bimbingan rohani rutin, kami berharap tumbuh kesadaran dalam diri Warga Binaan untuk memperbaiki diri, meninggalkan perilaku masa lalu yang kurang baik, dan menjalani kehidupan yang benar berlandaskan nilai-nilai firman Tuhan,” harap Idris.
Kegiatan itu diisi dengan pendalaman firman Tuhan, doa bersama, pembacaan Alkitab, dan diskusi kelompok. Warga Binaan Kristen dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil untuk mendapatkan pendampingan yang lebih intensif dari para penyuluh agama, antara lain Maria F. Christiana, Anggie Lesnussa, Garatia Tantaru, Reny Litamakulita, Justitia Sipahelut, Obed Ngilamele, dan Wolter Inuhan.
Maria menjelaskan metode pembinaan melalui kelompok kecil diharapkan menciptakan ruang interaksi yang lebih dekat dan terbuka bagi para Warga Binaan. Ia menambahkan pembinaan kerohanian diharapkan tidak berhenti pada kegiatan ibadah, tetapi menjadi proses refleksi bagi Warga Binaan untuk membangun sikap dan pola pikir yang lebih positif.
“Kami ingin merangkul setiap Warga Binaan secara lebih dekat dalam membaca Alkitab, berdoa, dan berdiskusi. Kami berharap pemulihan batin benar-benar terjadi sehingga mereka memiliki keteguhan hati untuk mengasihi, mengampuni, dan memulai lembaran hidup yang baru,” tutur Maria.
Selanjutnya, Warga Binaan diajak mendalami tema “Mengasihi dan Mengampuni”. Materi tersebut dikaitkan dengan pengalaman kehidupan sehari-hari, termasuk pentingnya melepaskan dendam, menerima proses kehidupan, dan membangun tekad untuk memperbaiki diri.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut dibantu oleh peserta magang. Seluruh rangkaian ibadah juga mendapat pengawasan dari petugas keamanan untuk memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif hingga selesai.
Diharapkan, kegiatan ini mendukung proses pembinaan Warga Binaan sekaligus mendorong mereka mempersiapkan diri untuk kembali menjalani kehidupan secara positif di tengah masyarakat. (IR)
Kontributor: Rutan Masohi
What's Your Reaction?


