Majelis Taklim Al-Hijrah Perkuat Keimanan Warga Binaan Lapas Batulicin
Batulicin, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin gandeng Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tanah Bumbu perkuat pembinaan kerohanian Warga Binaan melalui Majelis Taklim Al-Hijrah di Masjid At-Taubah, Jumat (21/8). Kegiatan tersebut bagian dari pembinaan kepribadian untuk perkokoh keimanan sekaligus tingkatkan pemahaman agama Warga Binaan.
Rangkaian kegiatan diawali Salat Duha berjamaah, dilanjutkan Yasinan dan doa bersama yang diikuti Warga Binaan dengan khusyuk. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan siraman rohani berupa tausiah ilmu fikih yang disampaikan Ustaz Andri Al-Bukhari dari Kemenag Tanah Bumbu dengan fokus pembahasan tata cara Salat berjamaah.
Materi tausiah beri pemahaman mengenai pelaksanaan Salat berjamaah secara tepat, mulai dari persiapan sebelum Salat, penataan saf, posisi imam dan makmum, mengikuti gerakan imam, hingga ketentuan bagi makmum yang terlambat mengikuti jamaah. Pembahasan tersebut memberikan pengetahuan praktis agar Warga Binaan dapat melaksanakan Salat berjamaah dengan lebih tertib dan sesuai tuntunan.
Melalui Majelis Taklim Al-Hijrah, pembinaan keagamaan diarahkan tidak hanya pada peningkatan pemahaman, tetapi juga penerapan nilai-nilai agama dalam keseharian. Sinergi dengan Kemenag Tanah Bumbu merupakan upaya Lapas Batulicin hadirkan pembinaan rohani yang berkelanjutan untuk memperkuat iman dan membentuk karakter Warga Binaan.
Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Batulicin, Harry Indrawan, mengatakan materi tata cara Salat berjamaah memberikan pemahaman yang dapat langsung diterapkan Warga Binaan dalam pelaksanaan ibadah. Menurutnya, pemahaman yang baik terhadap tata cara ibadah menjadi bagian penting dalam membangun kualitas spiritual selama masa pembinaan.
“Materi tentang tata cara Salat berjamaah sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman praktis yang dapat langsung diterapkan. Kami berharap Warga Binaan semakin memahami pelaksanaan Salat berjamaah dengan benar, tertib, dan sesuai tuntunan agama,” ujar Harry.
Salah seorang Warga Binaan, S, mengaku mendapatkan pemahaman baru dari materi yang disampaikan. Ia menilai pembahasan tata cara Salat berjamaah menjadi pengingat untuk lebih memperhatikan setiap tahapan dalam pelaksanaan ibadah.
“Saya mendapatkan pemahaman yang lebih jelas tentang tata cara Salat berjamaah, terutama bagaimana posisi dan mengikuti gerakan imam. Materi ini menjadi pengingat bagi saya untuk lebih memperhatikan tata cara ibadah dan menjalankannya dengan benar,” ungkap S.
Sementara itu, Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, menegaskan pembinaan keagamaan merupakan bagian penting dalam membangun karakter dan kesadaran spiritual Warga Binaan. Ia mengapresiasi sinergi dengan Kemenag Tanah Bumbu yang memberikan penguatan terhadap pelaksanaan pembinaan rohani secara berkelanjutan.
“Pembinaan keagamaan harus memberikan pemahaman yang dapat diterapkan dalam kehidupan nyata. Melalui Majelis Taklim Al-Hijrah dan sinergi bersama Kemenag Tanah Bumbu, kami berkomitmen memperkuat pemahaman keagamaan Warga Binaan agar semakin baik dalam beribadah dan memiliki karakter yang lebih positif,” tegas Thoha.
Majelis Taklim Al-Hijrah salah satu wadah pembinaan kepribadian yang terus dikembangkan Lapas Batulicin. Pembinaan keagamaan yang konsisten diharapkan dapat memperkokoh iman, meningkatkan kualitas ibadah, serta menjadi bekal bagi Warga Binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Batulicin
What's Your Reaction?


