Malam Jumat Penuh Berkah, Santri Lapas Banjarmasin Lantunkan Surah Al-Kahfi di Masjid Baabut Taqwa
Banjarmasin, INFO_PAS – Santri Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin hidupkan malam Jumat dengan rangkaian ibadah di Masjid Baabut Taqwa, Kamis (2/7) malam. Kegiatan yang ini diawali dengan Salat Magrib berjamaah, dilanjutkan pembacaan Surah Al-Kahfi, dan diakhiri dengan Salat Isya berjamaah sebagai program pembinaan kepribadian di bidang keagamaan.
Rangkaian kegiatan berlangsung dengan khusyuk dan diikuti para santri Warga Binaan secara tertib. Pembacaan Surah Al-Kahfi pada malam Jumat menjadi salah satu amalan yang dianjurkan dalam Islam sekaligus media pembinaan spiritual untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan kecintaan Warga Binaan terhadap Al-Qur'an.
Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatat, Muhammad Ansyari, mengatakan rangkaian kegiatan malam Jumat menjadi salah satu sarana pembinaan spiritual yang rutin dilaksanakan. "Melalui Salat berjamaah dan pembacaan Surah Al-Kahfi, kami berharap Warga Binaan makin mencintai Al-Qur'an dan menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam memperbaiki diri," harapnya.
Salah seorang santri Warga Binaan berinisial AJ mengaku kegiatan malam Jumat memberikan ketenangan dan semangat untuk terus memperbaiki diri. Melalui pembiasaan ibadah berjamaah dan tilawah Al-Qur'an, diharapkan membangun karakter religius, memperkuat akhlak, dan menjadikan nilai-nilai Al-Qur'an sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan selama masa pembinaan maupun setelah kembali ke masyarakat.
"Setiap malam Jumat kami berusaha mengikutinya dengan sungguh-sungguh. Diawali salat berjamaah, membaca Surah Al-Kahfi, lalu ditutup dengan Salat Isya berjamaah membuat hati terasa lebih tenang dan makin memotivasi saya untuk menjadi pribadi yang lebih baik," ungkap AJ.
Sementara itu, Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan pembinaan keagamaan terus menjadi salah satu prioritas dalam proses pembinaan Warga Binaan. "Pembinaan spiritual merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter Warga Binaan. Kami berharap setiap kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara rutin memperkuat keimanan, membentuk akhlak yang baik, dan menjadi bekal positif ketika mereka kembali ke masyarakat," ujarnya.
Melalui pembinaan keagamaan berkesinambungan, Lapas Banjarmasin terus hadirkan program yang tidak hanya meningkatkan kualitas ibadah Warga Binaan, tetapi juga membentuk pribadi yang religius, berakhlak mulia, dan siap menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pembinaan. (IR)
Kontributor: Lapas Banjarmasin
What's Your Reaction?


