Momen Penuh Makna, Rutan Pelaihari Lepas Purnabakti

Momen Penuh Makna, Rutan Pelaihari Lepas Purnabakti

Pelaihari, INFO_PAS — Suasana Aula Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari pada Jumat (27/2) terasa berbeda dari biasanya. Bukan sekadar pertemuan, tetapi momen penuh makna: purnabakti Suriansyah, sosok yang telah menorehkan jejak pengabdian panjang dalam perjalanan tugas Pemasyarakatan.

Kegiatan berlangsung sederhana, namun sarat kehangatan. Seluruh jajaran hadir untuk memberikan penghormatan terakhir dalam balutan kebersamaan dan rasa terima kasih. Di wajah-wajah yang hadir, tergambar rasa bangga sekaligus haru melepas sosok yang selama ini menjadi bagian dari dinamika kerja dan kebersamaan di Rutan Pelaihari.

Kepala Rutan (Karutan) Pelaihari, Eri Triyanto, menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan keteladanan yang telah diberikan. “Atas nama pribadi dan seluruh keluarga besar Rutan Pelaihari, saya menyampaikan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Bapak Suriansyah atas pengabdian, loyalitas, dan integritas yang telah ditunjukkan selama bertugas. Tidak semua orang mampu menjalani amanah dengan konsisten hingga akhir masa tugasnya. Kami banyak belajar dari ketenangan, kedisiplinan, dan komitmen beliau dalam bekerja,” ujarnya.

Eri juga menyampaikan pesan penuh makna untuk Suriansyah dalam memasuki masa purnabakti. “Masa purnabakti bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan awal dari babak kehidupan yang baru. Semoga Bapak selalu diberikan kesehatan, kebahagiaan bersama keluarga, dan tetap menjadi inspirasi bagi kami semua. Pintu Rutan Pelaihari akan selalu terbuka karena silaturahmi tidak pernah mengenal masa pensiun,“ tuturnya.

Momen makin mengharukan ketika Suriansyah menyampaikan pesan perpisahannya. Ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh jajaran.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Karutan dan seluruh rekan kerja yang selama ini telah menjadi bagian dari perjalanan tugas saya. Banyak kenangan, pelajaran, dan kebersamaan yang tidak akan pernah saya lupakan. Jika selama bertugas ada tutur kata atau sikap yang kurang berkenan, saya memohon maaf dengan tulus,“ ucapnya.

Suriansyah juga menitipkan pesan agar kebersamaan tetap terjaga meski dirinya tidak lagi aktif bertugas. “Semoga silaturahmi di antara kita tetap terjaga. Walaupun saya telah purnabakti, hati saya akan selalu merasa menjadi keluarga besar Rutan Pelaihari. Teruslah bekerja dengan ikhlas, jaga kekompakan, dan laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab,“ pesannya.

Purnabakti Suriansyah menjadi pengingat bahwa setiap pengabdian yang dijalani dengan tulus akan selalu meninggalkan jejak yang tak tergantikan. Sebuah akhir yang indah untuk perjalanan tugas yang panjang sekaligus awal yang penuh harapan untuk kehidupan yang baru. (IR)

 

 

Kontributor: Rutan Pelaihari
 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0