Muhasabah Akhir Tahun dalam Rajutan Persaudaraan Tanpa Sekat di Lapas Kelas I Tangerang
Tangerang, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang gelar Muhasabah dan Doa Akhir Tahun 2025 yang berlangsung khidmat di Masjid Baitussalam, Rabu (31/12). Kegiatan ini menjadi momentum refleksi diri dan penguatan spiritual bagi Warga Binaan sekaligus bagian dari pembinaan mental dan kepribadian yang dilaksanakan berkelanjutan di Lapas Kelas I Tangerang.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Kelas I Tangerang, Beni Hidayat, didampingi jajaran struktural dan petugas. Kehadiran pimpinan dan petugas menegaskan komitmen Lapas Kelas I Tangerang dalam mendampingi Warga Binaan melalui pembinaan spiritual yang konsisten, terarah, dan humanis.
Kegiatan ini diikuti oleh santri binaan At-Tawabin, pramuka, mapenaling, dan perwakilan Warga Binaan dari masing-masing blok hunian. Sementara itu, Warga Binaan lainnya melaksanakan kegiatan serupa secara serentak di blok hunian masing-masing dengan pendampingan petugas sehingga seluruh Warga Binaan tetap dapat mengikuti serta merasakan makna muhasabah dan doa akhir tahun.
Beni menegaskan muhasabah dan doa akhir tahun memiliki peran penting dalam membangun kesadaran diri, memperkuat spiritualitas, serta menumbuhkan rasa kebersamaan dan persaudaraan tanpa sekat di antara Warga Binaan. “Melalui muhasabah diri dan doa akhir tahun, Warga Binaan diajak untuk merefleksikan perjalanan hidup selama satu tahun, memperkuat nilai spiritual, serta menata kembali niat dan komitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik ke depan,” terangnya.
Pada kesempatan tersebut, Kalapas secara langsung menyerahkan piagam apresiasi kepada enam Warga Binaan yang dinilai aktif dan konsisten mengikuti pembinaan kerohanian Islam. Apresiasi ini diberikan berdasarkan hasil penilaian dan evaluasi pembinaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan selama satu tahun mencakup aspek kedisiplinan, keaktifan, keteladanan, dan komitmen terhadap perubahan diri.
Kepala Bidang Pembinaan Narapidana, Dwi Fu’ad Jamali, menyampaikan pemberian apresiasi merupakan upaya pembinaan untuk mendorong perilaku positif dan memperkuat motivasi Warga Binaan dalam mengikuti program pembinaan kepribadian. “Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan atas proses pembinaan yang telah dijalani Warga Binaan selama satu tahun. Kami berharap apresiasi ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperkuat ibadah, dan menumbuhkan sikap positif dalam kehidupan sehari-hari,” harapnya.
Salah satu Warga Binaan penerima apresiasi berinisial AS, menyampaikan rasa syukur atas perhatian dan pembinaan yang diberikan. Ia mengaku kegiatan muhasabah dan doa akhir tahun menjadi momentum penting untuk memperbaiki diri dan meneguhkan komitmen perubahan.
“Kegiatan ini menjadi pengingat bagi saya untuk terus memperbaiki diri, mengikuti pembinaan dengan sungguh-sungguh, dan menjadikan setiap proses sebagai pelajaran untuk kehidupan yang lebih baik,” tutur AS.
Melalui momentum ini, Lapas Kelas I Tangerang menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembinaan yang humanis, berkelanjutan, serta berorientasi pada pembentukan karakter dan penguatan spiritual Warga Binaan sebagai upaya mempersiapkan mereka kembali ke tengah masyarakat dengan lebih baik. (IR)
Kontributor: Lapas Kelas I Tangerang
What's Your Reaction?


