Panen 110 Kg Kangkung dan Terung, Napi Berkebun Lapas Cipinang Dukung Ketahanan Pangan

Panen 110 Kg Kangkung dan Terung, Napi Berkebun Lapas Cipinang Dukung Ketahanan Pangan

Jakarta, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang kembali tunjukkan hasil program ketahanan pangan dan pembinaan kemandirian melalui panen sayuran dalam program Napi Berkebun. Panen yang dilaksanakan pada Selasa (13/10) ini hasilkan total 110 kilogram sayuran, terdiri atas 73 kilogram kangkung dan 37 kilogram terung yang dibudidayakan di lahan produktif brandgang Lapas.

Panen tersebut berasal dari lahan kangkung seluas 98 m2 dan lahan terung seluas 150 m2. Seluruh hasil panen disalurkan kepada vendor dapur Lapas, CV Sahabat, untuk penuhi kebutuhan konsumsi Warga Binaan. Pemanfaatan hasil kebun untuk kebutuhan dapur bentuk pengelolaan sumber daya yang produktif sekaligus dukungan terhadap kebutuhan pangan secara berkelanjutan.

Kepala Lapas Cipinang, Dr. Syarpani, menyampaikan bahwa program Napi Berkebun tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga jadi sarana pembentukan keterampilan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan etos kerja bagi Warga Binaan. “Melalui program Napi Berkebun, kami ingin memastikan bahwa pembinaan kemandirian memberikan manfaat nyata, baik bagi Warga Binaan maupun bagi lingkungan Lapas. Hasil panen ini menjadi bukti bahwa Warga Binaan mampu menghasilkan produk yang bermanfaat sekaligus membangun keterampilan sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Kegiatan Kerja, Lis Susanti, menjelaskan bahwa program Napi Berkebun dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan Warga Binaan sejak tahap penanaman, perawatan tanaman, hingga panen.

“Keterlibatan Warga Binaan dalam kegiatan Napi Berkebun memberikan mereka pengalaman praktis mengenai teknik budi daya sayuran, pemeliharaan tanaman, hingga pentingnya konsistensi dalam menghasilkan produk pertanian yang berkualitas,” tutur Lis.

ET, salah satu Warga Binaan yang mengikuti program Napi Berkebun, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman dan pengetahuan baru dalam bercocok tanam.

“Saya senang karena hsdil kerja saya bersama Warga Binaan lainnya dapat dipanen dan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi di Lapas. Saya juga bisa belajar teknik pertanian yang nanti dapat saya gunakan sebagai mata pencaharian ketika sudah bebas,” ucap ET.

Program Napi Berkebun merupakan bagian dari upaya Lapas Cipinang dukung ketahanan pangan melalui pembinaan kemandirian yang produktif dan berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan nasional serta mendukung 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), khususnya penguatan ketahanan pangan melalui pemberdayaan Warga Binaan.

Melalui kegiatan ini, Lapas Cipinang dorong pembinaan yang produktif dan bermanfaat bagi masa depan, sehingga Warga Binaan memiliki keterampilan nyata untuk menjadi pribadi yang mandiri dan siap berkontribusi positif ketika kembali ke tengah masyarakat. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas I Cipinang

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0