Lestarikan Kain Khas Kalimantan Selatan, Warga Binaan Lapas Kotabaru Tekuni Pembuatan Sasirangan

Lestarikan Kain Khas Kalimantan Selatan, Warga Binaan Lapas Kotabaru Tekuni Pembuatan Sasirangan

Kotabaru, INFO_PAS – Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru ikuti kegiatan pembinaan kemandirian melalui pembuatan kain sasirangan, Rabu (14/10). Kegiatan ini sarana untuk kembangkan keterampilan kerajinan sekaligus memperkenalkan proses pembuatan kain tradisional khas Kalimantan Selatan.

Proses pembuatan kain sasirangan dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari menyiapkan kain, membuat pola, menjelujur atau menjahit ikatan sesuai motif, hingga pewarnaan. Setelah proses pewarnaan selesai, ikatan pada kain dilepas untuk menampilkan motif yang terbentuk. Setiap tahap membutuhkan ketelitian dan kesabaran agar menghasilkan kain dengan motif dan warna yang menarik.

Dalam kegiatan ini, Warga Binaan menggunakan dua jenis pewarna, yaitu pewarna alami dan sintetis. Penggunaan kedua jenis pewarna tersebut memberi pengalaman bagi Warga Binaan untuk mengenal variasi proses pewarnaan dan menghasilkan tampilan warna yang berbeda sesuai bahan yang digunakan.

Petugas Pembina Kemandirian Lapas Kotabaru, Icho Marselawati, menyampaikan bahwa kegiatan pembuatan kain sasirangan tidak hanya berfokus pada hasil kerajinan, tetapi juga pada pembelajaran keterampilan bagi Warga Binaan.

“Melalui kegiatan ini, Warga Binaan dapat mempelajari proses pembuatan kain sasirangan dari tahap persiapan hingga pewarnaan. Kami berharap keterampilan ini terus berkembang, sekaligus melatih ketelitian, kesabaran, dan tanggung jawab mereka dalam menghasilkan sebuah karya,” ujar Icho.

Salah satu Warga Binaan, F, mengaku senang dapat terlibat langsung dalam pembuatan kain sasirangan. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru dalam mempelajari teknik pembuatan motif dan proses pewarnaan kain.

“Saya senang bisa belajar membuat kain sasirangan karena setiap tahap membutuhkan ketelitian. Saya juga jadi mengenal penggunaan pewarna alami dan sintetis. Semoga keterampilan ini bisa terus saya kembangkan dan bermanfaat setelah kembali ke masyarakat,” ungkap F.

Selain mengasah keterampilan, kegiatan ini mendorong Warga Binaan memanfaatkan waktu dengan aktivitas produktif. Proses pembuatan kain sasirangan juga melatih ketekunan, kedisiplinan, dan konsistensi dalam menyelesaikan pekerjaan hingga menjadi produk siap digunakan.

Keterampilan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi Warga Binaan untuk mengembangkan potensi di bidang kerajinan setelah menyelesaikan masa pidana. Dengan latihan berkelanjutan, pembuatan kain sasirangan juga berpotensi menjadi kegiatan produktif yang bernilai ekonomi. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Kotabaru

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0