Kenali Risiko, Kendalikan Penyakit, Klinik Rutan Pelaihari Pantau Kesehatan Warga Binaan
Pelaihari, INFO_PAS - Menjaga kesehatan tidak cukup hanya dengan mengobati ketika sakit, tetapi juga butuh pemeriksaan rutin dan pemahaman terhadap risiko penyakit. Upaya tersebut dijalankan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari melalui penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan bagi Warga Binaan untuk dukung pencegahan serta pengendalian penyakit tidak menular (PTM) di lingkungan Rutan, Rabu (14/10).
Kegiatan yang dilaksanakan petugas Klinik Pratama Rutan Pelaihari ini menyasar Warga Binaan, khususnya mereka yang memiliki riwayat hipertensi dan diabetes melitus. Melalui pendekatan promotif dan preventif, kegiatan ini bertujuan tingkatkan pemahaman Warga Binaan tentang pentingnya menjaga kesehatan dan mengendalikan faktor risiko penyakit selama menjalani masa pidana.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyuluhan kesehatan, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan. Sebanyak 28 orang ikuti kegiatan tersebut, terdiri atas 18 orang dengan riwayat hipertensi, 3 orang dengan hipertensi disertai diabetes melitus, 4 orang dengan riwayat diabetes melitus, dan 3 orang dengan hasil pemeriksaan normal.
Hasil pemeriksaan jadi dasar pemantauan kesehatan selanjutnya. Hipertensi dan diabetes melitus membutuhkan perhatian berkelanjutan. Karena itu, pemeriksaan rutin, pemahaman terhadap faktor risiko, serta kepatuhan menjalani terapi diperlukan untuk menjaga kondisi kesehatan dan mencegah komplikasi.
Perawat Rutan Pelaihari, Andika Puji Santoso, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pemeriksaan, tetapi juga memberikan pemahaman kepada Warga Binaan tentang pentingnya mengendalikan penyakit tidak menular.
“Pemeriksaan dan penyuluhan ini kami lakukan agar Warga Binaan lebih memahami kondisi kesehatannya, terutama bagi yang memiliki riwayat hipertensi dan diabetes melitus. Pengendalian penyakit membutuhkan pemantauan rutin, pola hidup sehat, serta kepatuhan menjalani terapi sesuai arahan dokter,” ujar Andika.
Salah seorang Warga Binaan, Andre, menyambut baik kegiatan penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan tersebut. Menurutnya, informasi yang diberikan petugas menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kesehatan dan memperhatikan kondisi tubuh.
“Melalui kegiatan ini, kami jadi lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan dan mengetahui kondisi tubuh sendiri. Kami juga diingatkan untuk menerapkan pola hidup sehat serta mengikuti arahan petugas kesehatan agar kondisi kesehatan tetap terpantau,” ujar Andre.
Sebagai tindak lanjut, Klinik Pratama Rutan Pelaihari akan mengevaluasi kondisi kesehatan Warga Binaan setiap minggu. Pemantauan tersebut jadi dasar untuk melihat perkembangan kondisi pasien dan memberikan terapi medis sesuai arahan dokter penanggung jawab klinik berdasarkan kebutuhan masing-masing.
Selain pemantauan klinis, data hasil pemeriksaan juga akan diinput ke dalam basis data melalui aplikasi PTM Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pencatatan ini mendukung dokumentasi dan pemantauan faktor risiko PTM secara lebih terstruktur sehingga perkembangan kondisi kesehatan Warga Binaan dapat dievaluasi secara berkelanjutan.
Melalui penyuluhan, pemeriksaan, dan evaluasi berkala, Rutan Pelaihari upayakan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada pencegahan dan pengendalian penyakit. Upaya ini diharapkan tingkatkan kesadaran Warga Binaan akan pentingnya menjaga kesehatan serta mendukung penanganan hipertensi dan diabetes melitus secara berkesinambungan. (afn)
Kontributor: Humas Rutan Pelaihari
What's Your Reaction?


