Panen 19 Kg Kacang Panjang, Warga Binaan Lapas Batulicin Dukung Dapur Sehat

Panen 19 Kg Kacang Panjang, Warga Binaan Lapas Batulicin Dukung Dapur Sehat

Batulicin, INFO_PAS – Pembinaan kemandirian Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Batulicin hasilkan 19 kilogram kacang panjang dari lahan pertanian di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Selasa (18/8). Hasil panen tersebut dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan konsumsi Warga Binaan di Lapas Batulicin.

Kacang panjang dipanen setelah melalui proses budidaya yang dikelola Warga Binaan sejak penanaman benih. Perawatan dilakukan secara berkala, mulai dari pemupukan, penyiraman, hingga pengendalian hama untuk menjaga pertumbuhan tanaman.

Kegiatan tersebut memberikan pengalaman praktis kepada Warga Binaan dalam mengelola tanaman sekaligus membangun ketekunan dan tanggung jawab melalui proses budidaya hingga menghasilkan komoditas yang bermanfaat.

Panen dilakukan Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Batulicin, Harry Indrawan, bersama peserta Maganghub Kementerian Ketenagakerjaan. Seluruh hasil panen sebanyak 19 kilogram kemudian disalurkan ke Dapur Sehat Lapas Batulicin untuk mendukung kebutuhan konsumsi Warga Binaan.

Harry mengatakan hasil panen tersebut jadi gambaran manfaat pembinaan kemandirian yang dilaksanakan secara konsisten. Menurutnya, seluruh proses budidaya menjadi bagian penting dalam membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang dapat dikembangkan setelah kembali ke masyarakat.

“Panen 19 kilogram kacang panjang ini menjadi gambaran bahwa pembinaan yang dilakukan secara konsisten mampu menghasilkan sesuatu yang nyata. Kami terus mendorong Warga Binaan untuk memahami seluruh proses budidaya, karena keterampilan yang diperoleh selama pembinaan diharapkan dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujar Harry.

Salah seorang Warga Binaan, M, mengatakan dirinya bersama Warga Binaan lainnya merawat tanaman hingga menghasilkan panen. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman tentang pentingnya ketekunan dalam menjalankan proses hingga memperoleh hasil.

“Kami belajar bahwa tanaman tidak bisa langsung menghasilkan, tetapi harus dirawat dan diperhatikan setiap hari. Ketika akhirnya bisa dipanen dan hasilnya digunakan untuk kebutuhan makanan di Lapas, ada rasa bangga karena pekerjaan yang kami lakukan ternyata memberikan manfaat,” ungkap M.

Sementara itu, Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, menegaskan bahwa pemanfaatan hasil pembinaan untuk kebutuhan internal Lapas merupakan bentuk produktivitas yang perlu terus dikembangkan. Menurutnya, kegiatan pertanian di SAE tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga jadi sarana membangun kemandirian dan keterampilan Warga Binaan.

“Kami ingin setiap kegiatan pembinaan memiliki manfaat yang dapat dirasakan secara nyata. Ketika hasil pertanian Warga Binaan dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan Dapur Sehat, maka di situlah produktivitas pembinaan terlihat, sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun Warga Binaan agar memiliki keterampilan, kemandirian, dan kesiapan untuk kembali berkontribusi di masyarakat,” tegas Thoha.

Kegiatan pertanian tersebut akan terus dikembangkan untuk tingkatkan keterampilan Warga Binaan sekaligus hasilkan produk yang bermanfaat bagi penyelenggaraan pembinaan di Lapas Batulicin. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Batulicin

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0