Pastikan Hak Anak Terpenuhi, Kabapas Banjarmasin Tinjau Pembinaan ABH di PPRSAR Mulia Satria

Pastikan Hak Anak Terpenuhi, Kabapas Banjarmasin Tinjau Pembinaan ABH di PPRSAR Mulia Satria

Banjarbaru, INFO_PAS – Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Banjarmasin, Nirhono Jatmokoadi, tinjau langsung proses pembinaan Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) di Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Anak dan Remaja (PPRSAR) Mulia Satria Banjarbaru, Rabu (13/5). Peninjauan dilakukan untuk pastikan pembinaan, pendampingan, dan pemenuhan hak anak berjalan sesuai prinsip perlindungan anak dan mendukung proses reintegrasi sosial.

Dalam kegiatan tersebut, Nirhono didampingi Kepala Seksi Bimbingan Klien Anak, Fitriyadi, Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Ahli Muda, Purwanto Hadi, serta PK Ahli Pertama, Fajar Iman Nugraha. Jajaran Bapas lakukan monitoring terhadap kondisi anak, perkembangan perilaku, hingga lingkungan pembinaan yang dijalani Klien anak selama berada di PPRSAR.

Selain melihat langsung proses pembinaan, jajaran Bapas juga berdiskusi bersama pihak PPRSAR terkait pola pendekatan yang efektif untuk mendukung perubahan perilaku dan pemulihan psikososial anak.

Nirhono menegaskan, pembinaan terhadap anak harus dilakukan secara humanis dan berorientasi pada masa depan mereka.

“Anak-anak yang menjalani pembinaan tetap harus mendapatkan perhatian, pendampingan, dan lingkungan yang mendukung proses perubahan diri mereka. Karena itu, kami hadir langsung untuk memastikan pembinaan berjalan baik dan hak-hak anak tetap terpenuhi,” tegasnya.

Menurutnya, pendekatan terhadap ABH tidak cukup hanya menitikberatkan pada kedisiplinan, tetapi juga harus memperhatikan kondisi psikologis dan sosial anak agar mereka memiliki kesempatan memperbaiki masa depan.

Sementara itu, Fitriyadi mengatakan, monitoring secara berkala penting dilakukan agar perkembangan anak dapat dipantau secara optimal.

“Pengawasan yang berkelanjutan membantu memastikan proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial berjalan sesuai tujuan pembinaan,” ujarnya.

Purwanto Hadi menambahkan, keberhasilan pembinaan anak membutuhkan sinergi antara Bapas, lembaga rehabilitasi sosial, keluarga, dan masyarakat.

“Koordinasi dan komunikasi antarinstansi menjadi faktor penting agar pembimbingan dan evaluasi perkembangan anak dapat berjalan efektif dan berkesinambungan,” jelasnya.

Senada, Fajar Iman Nugraha menilai lingkungan yang aman dan suportif memiliki pengaruh besar terhadap perubahan perilaku anak selama menjalani pembinaan.

“Anak membutuhkan dukungan moral dan lingkungan yang positif agar mereka lebih siap kembali ke masyarakat dengan perubahan yang lebih baik,” katanya. (afn)

 

Kontributor: Humas Bapas Banjarmasin

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
1