Pemasyarakatan Punya Potensi Besar Ciptakan Opini Publik

Pemasyarakatan Punya Potensi Besar Ciptakan Opini Publik

Jakarta, INFO_PAS – Setelah menerima materi akan pentingnya peran media sosial dalam menghadapi krisis, Agen Informasi dan Publikasi Pemasyarakatan kembali diajak oleh Bahrul Wijaksana untuk menggali alternatif yang dapat dilakukan dalam rangka memaksimalkan tugas fungsi kehumasan Pemasyarakatan, Kamis (15/10) dalam kegiatan Pembentukan Agen Informasi dan Publikasi Pemasyarakatan di Hotel Atria Gading Serpong.

 

Pada kesempatan ini, Bahrul mengajak peserta untuk menginventarisir permasalahan apa saja yang ditemui oleh petugas humas di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan dalam pelaksanaan tugas. Salah satu kendala yang dihadapi adalah kurangnya kepercayaan publik terhadap informasi yang dikeluarkan oleh media UPT Pemasyarakatan.

 

“Keinginan untuk publish besar, punya medianya, tapi kenapa tidak menarik dan kalah dibandingkan media yang sudah punya reputasi? Kalau sumber dari kami sendiri kan masyarakat sangsi, kalau media yang keluarin masyarakat percaya,” ungkap salah seorang peserta.

 

Menanggapi hal tersebut, Bahrul mengajak peserta untuk menciptakan solusi. “Kita (Pemasyarakatan, red) punya potensi besar untuk menciptakan opini publik. Ciptakan koordinasi pesan yang baik agar seluruh UPT dapat bersama-sama menyebarkan informasi ketika ada isu tertentu,” terangnya.

Lebih dari itu, pria yang akrab disapa Uung ini menjelaskan pentingnya konsep AIDA (Awareness, Interest, Decision, Action) dalam merumuskan dan melaksanakan strategi komunikasi. Dalam konsep ini, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan diibaratkan suatu pabrik atau perusahaan yang memproduksi jasa, yakni pembinaan, rehabilitasi, dan reintegrasi orang-orang yang pernah melakukan tindak pidana.

 

“Kita ingin membuat masyarakat tahu dan mendukung apa yang kita lakukan dengan menciptakan AIDA,” sebut Uung.

 

Awareness atau kesadaran publik perlu diciptakan, dengan harapan akan muncul interest (ketertarikan) akan produk-produk yang dimiliki oleh Pemasyarakatan. Apabila dalam menyampaikan pesan petugas humas mampu membangun kesadaran dan memunculkan ketertarikan khalayak, ini akan memudahkan tujuan strategi kehumasan untuk membentuk opini publik.

 

“Setelah terbentuk opini publik, kita bisa ajak mereka untuk percaya terhadap institusi sebagai bentuk decision, dan pada akhirnya melakukan tindakan yang mendukung program-program Pemasyarakatan,” pungkasnya. (prv)

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0