Pembelajaran Bahasa Indonesia, Warga Binaan Lapas Narkotika Karang Intan Berani Tampil Berpantun

Pembelajaran Bahasa Indonesia, Warga Binaan Lapas Narkotika Karang Intan Berani Tampil Berpantun

Karang Intan, INFO_PAS Pembelajaran Bahasa Indonesia pada program pendidikan kesetaraan Paket C membantu 16 Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan mengembangkan kemampuan berbahasa, kreativitas, dan kepercayaan diri sebagai pembinaan kepribadian dan peningkatan kompetensi. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (12/8) di ruang kunjungan Lapas Narkotika Karang Intan itu menjadi sarana pengembangan potensi Warga Binaan selama menjalani masa pembinaann

Pembelajaran tersebut melibatkan petugas Lapas Narkotika Karang Intan, Muhammad Yoshfian Rahman, sebagai tutor program pendidikan kesetaraan Paket C sekaligus perpanjangan tangan PKBM Annisa Kecamatan Karang Intan. Melalui program ini, Lapas Narkotika Karang Intan terus berupaya memberikan layanan pendidikan yang tidak hanya memenuhi hak belajar Warga Binaan, tetapi juga memperkuat kemampuan literasi, komunikasi, dan ekspresi diri sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.

Pada pertemuan kali ini, peserta didik mempelajari materi membuat pantun. Tutor menjelaskan pengertian pantun, struktur sampiran dan isi, pola rima, serta cara menyusun pantun yang baik dan sesuai kaidah Bahasa Indonesia. Setelah memahami materi, Warga Binaan menyusun pantun berdasarkan tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti semangat belajar, persahabatan, keluarga, dan harapan untuk masa depan.

Suasana pembelajaran berlangsung aktif dan penuh antusiasme. Setiap Warga Binaan mendapatkan kesempatan untuk membacakan dan mempraktikkan pantun hasil karyanya sendiri di depan peserta lainnya dan tutor. Kegiatan tersebut tidak hanya melatih kemampuan berbahasa, tetapi juga membangun keberanian tampil di depan umum, meningkatkan kepercayaan diri, serta menumbuhkan apresiasi terhadap karya sastra dan budaya Indonesia.

Yoshfian menjelaskan pembelajaran Bahasa Indonesia melalui materi pantun menjadi salah satu cara untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan komunikasi Warga Binaan. “Kami ingin mengajak Warga Binaan mengekspresikan gagasan dan perasaan mereka secara positif. Ketika mereka mampu menyusun dan membacakan pantun di depan teman-temannya, mereka belajar berpikir kreatif, berkomunikasi dengan baik, dan membangun rasa percaya diri yang sangat penting untuk kehidupan setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Salah satu peserta program pendidikan kesetaraan Paket C, Warga Binaan berinisial DS, mengaku mendapatkan pengalaman belajar berbeda dan menyenangkan melalui pembelajaran tersebut. “Saya merasa senang karena bisa membuat pantun sendiri dan membacakannya di depan teman-teman. Awalnya saya merasa gugup, tetapi setelah mencoba, saya menjadi lebih percaya diri. Pembelajaran seperti ini membuat saya lebih bersemangat untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan diri,” ungkapnya.

Program pendidikan kesetaraan Paket C menjadi komitmen Lapas Narkotika Karang Intan dalam menghadirkan pembinaan yang menyentuh aspek pendidikan, karakter, dan pengembangan potensi Warga Binaan. Pembelajaran yang berlangsung konsisten diharapkan menjadi bekal bagi Warga Binaan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa, memperluas wawasan, serta membangun masa depan yang lebih baik dan produktif setelah kembali menjadi bagian dari masyarakat.

Melalui kolaborasi yang terus dibangun bersama PKBM Annisa Kecamatan Karang Intan, Lapas Narkotika Karang Intan berupaya memastikan setiap Warga Binaan memperoleh kesempatan belajar yang berkelanjutan selama menjalani masa pidana.

 

 

Kontributor: LPN Karang Intan

What's Your Reaction?

like
1
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0