Pembinaan Kemandirian Lapas Banjarmasin Produktif, Warga Binaan Produksi Telur Asin dan 150 Donat

Pembinaan Kemandirian Lapas Banjarmasin Produktif, Warga Binaan Produksi Telur Asin dan 150 Donat

Banjarmasin, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin optimalkan program pembinaan kemandirian melalui kegiatan produktif di bidang pengolahan pangan dan tata boga. Rabu (15/4), Warga Binaan berhasil produksi 60 butir telur asin serta 150 donat aneka rasa sebagai bagian dari pengembangan keterampilan kerja aplikatif dan bernilai ekonomi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan guna meningkatkan kemampuan dan kesiapan kerja Warga Binaan. Selain sebagai sarana pelatihan, hasil produksi juga dimanfaatkan untuk kebutuhan internal Lapas, serta sebagian didistribusikan sebagai bentuk pengembangan usaha pembinaan.

Produksi telur asin dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari pemilihan bahan baku, pengasinan selama kurang lebih satu minggu, hingga perebusan sebelum siap dipasarkan. Seluruh tahapan dilaksanakan dengan pendampingan petugas untuk memastikan kualitas produk tetap terjaga.

Sementara itu, pada kegiatan bakery, Warga Binaan memproduksi 150 donat dengan varian rasa cokelat, nanas, dan bluberi. Proses pembuatan dilakukan secara terstandar, mulai dari pengolahan adonan, pembentukan, fermentasi, pemanggangan menggunakan oven, hingga tahap akhir pemberian topping sesuai varian.

Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menyampaikan bahwa pembinaan kemandirian menjadi fokus utama dalam membekali Warga Binaan dengan keterampilan kerja.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan kemandirian yang terus kami dorong agar Warga Binaan memiliki keterampilan kerja yang dapat dimanfaatkan setelah selesai menjalani masa pidana,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Banjarmasin, Bagus Paras Etika, menegaskan bahwa seluruh proses produksi dilaksanakan dengan memperhatikan kualitas serta pembentukan sikap kerja.

“Seluruh proses kami laksanakan sesuai tahapan yang telah ditentukan agar produk yang dihasilkan memenuhi standar kelayakan konsumsi. Selain itu, kegiatan ini juga membentuk disiplin dan tanggung jawab kerja Warga Binaan,” jelasnya.

Salah satu Warga Binaan, JR, yang terlibat dalam produksi telur asin mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman kerja yang berharga.

“Prosesnya dimulai dari pemilihan bahan, lalu pengasinan sekitar satu minggu, kemudian direbus sampai siap edar. Saya mengikuti semua tahapan sampai selesai, dan ini menambah keterampilan saya,” ujarnya.

Sementara itu, Warga Binaan, UJ, yang terlibat dalam produksi donat menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman langsung dalam proses pengolahan makanan.

“Prosesnya mulai dari mengaduk adonan, pembentukan, fermentasi, hingga pemanggangan dan finishing topping. Total yang dihasilkan 150 donat,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Lapas Banjarmasin terus memperkuat pembinaan kemandirian yang produktif, terstruktur, dan berorientasi pada peningkatan keterampilan Warga Binaan sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Banjarmasin

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0