Penyuluhan Kesehatan Mental di Rutan Majene, Bantu Warga Binaan Kelola Emosi secara Sehat
Majene, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Majene laksanakan Penyuluhan Kesehatan Mental Pengendalian Emosi, Rabu (14/1). Kegiatan ini merupakan salah satu program pembinaan kepribadian Warga Binaan untuk meningkatkan kemampuan individu dalam mengenali, memahami, dan mengelola emosi secara efektif untuk meningkatkan kesehatan mental dan kualitas hidup.
Kepala Rutan Majene, Christy J. Thenu, menjelaskan kegiatan ini merupakan komitmen dalam memberikan pembinaan yang holistik dan menyentuh aspek psikologis Warga Binaan, khususnya dalam pengendalian emosi agar mereka mampu menghadapi tekanan dengan cara yang lebih sehat dan konstruktif. “Penyuluhan ini kami gelar sebagai untuk meningkatkan kesadaran emosional Warga Binaan sehingga mereka tidak hanya menjalani masa pidana secara pasif, tetapi juga aktif memperbaiki diri dengan keterampilan pengelolaan emosi yang baik demi kesejahteraan mental dan kualitas hidup di kemudian hari,” ujarnya.
Lebih lanjut, Christy menegaskan program ini bukan sekadar kegiatan seremonial, namun merupakan strategi pembinaan yang berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan psikososial Warga Binaan. “Kami melihat kemampuan memahami dan mengelola emosi merupakan keterampilan penting yang akan membantu mereka mengurangi konflik, berkomunikasi lebih efektif, dan membangun pola pikir positif selama di Rutan maupun saat kembali ke masyarakat nantinya,” tegasnya.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan pemaparan materi oleh peserta magang nasional mengenai cara memahami emosi dan pengendaliannya. Warga Binaan juga diwadahi dengan aktivitas ekspresi diri sehingga mereka menuangkan perasaan atau emosi pada selembar kertas sebagai media agar kesadaran emosi bisa meningkat, membantu identifikasi pola pikir meningkatkan kontrol diri, dan mendukung pengelolaan stres.
Salah seorang peserta magang, Nurul Fitrah, menjelaskan materi yang dipaparkan memberikan wawasan baru kepada Warga Binaan tentang cara memahami proses emosi secara lebih mendalam dan langkah-langkah praktis dalam mengendalikannya. “Emosi tidak bisa dihindari, tetapi bisa dipahami dan diarahkan dengan cara yang sehat. Ada teknik-teknik sederhana yang bisa digunakan dalam situasi tegang sehingga kita tidak merespons dengan cara yang merugikan diri sendiri atau orang lain,” jelasnya.
Sementara itu, aktivitas ekspresi diri yang diwadahi panitia sangat membantu Warga Binaan dalam memvisualisasikan perasaan mereka lewat media tulisan ataupun gambar sehingga mereka makin paham pola pikir dan reaksi emosional mereka sendiri. “Dengan menuangkan perasaan ke dalam kertas, Warga Binaan melihat, mengenali, dan mulai mengatur kembali emosi yang selama ini mungkin dipendam atau disalahartikan. Hal ini membantu meningkatkan kontrol diri dan manajemen stres mereka secara nyata,” terang Nurul.
Sementara itu, salah seorang Warga Binaan, Wahyudi, menuturkan kegiatan ini memberikan dampak yang langsung ia rasakan dalam kehidupan sehari-hari di Rutan. Penyuluhan seperti ini jarang diadakan dan sangat berarti dalam proses pembinaan mental mereka.
“Kegiatan ini membuka mata bahwa perasaan saya memiliki tempat dan cara yang tepat untuk diungkapkan. Saya sekarang lebih mampu mengenali perasaan sendiri dan meresponsnya dengan cara yang lebih tenang. Kegiatan ini sangat membantu dalam mengurangi emosi negatif dan meningkatkan kontrol diri kami,” ujarnya. (IR)
Kontributor: Rutan Majene
What's Your Reaction?


