Perdalam Ilmu Ibadah, Warga Binaan Lapas Banjarmasin Ikuti Pembelajaran Fikih

Perdalam Ilmu Ibadah, Warga Binaan Lapas Banjarmasin Ikuti Pembelajaran Fikih

Banjarmasin, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin terus giatkan program pembinaan keagamaan. Salah satunya melalui pembelajaran fikih yang diikuti Warga Binaan di Masjid Baabut Taqwa, Minggu (25/1) pagi.

Kegiatan pembelajaran kali ini diisi dengan kajian kitab Fikih Tangga Ibadah yang membahas materi hadas besar. Materi disampaikan oleh Nor Rahman, salah satu Warga Binaan, yang dipercaya membacakan sekaligus menjelaskan isi kitab kepada peserta lainnya.

Suasana kajian berlangsung khidmat namun tetap interaktif. Para Warga Binaan tampak menyimak dengan saksama setiap penjelasan, diselingi diskusi ringan untuk memperdalam pemahaman terkait tata cara bersuci dari hadas besar sesuai tuntunan syariat Islam.

Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik Lapas Banjarmasin, Gilang Wisnuwardhana, menyampaikan bahwa kegiatan pembelajaran fikih merupakan bagian penting dari pembinaan kepribadian Warga Binaan.

“Pembelajaran fikih ini tidak hanya menambah pengetahuan keagamaan, tetapi juga membentuk kesadaran beribadah yang benar dalam kehidupan sehari-hari. Kami mendorong Warga Binaan untuk aktif belajar dan saling berbagi ilmu,” ujarnya.

Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa pembinaan spiritual menjadi pondasi utama dalam proses Pemasyarakatan.

“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga ruang pembinaan akhlak dan ilmu. Kami ingin Warga Binaan keluar dari sini dengan pemahaman agama yang lebih baik, sehingga mampu menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab di tengah masyarakat,” tegasnya.

Salah satu Warga Binaan, MR, mengaku bersyukur dapat mengikuti pembelajaran fikih tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat membantu dalam memperbaiki kualitas ibadah.

“Dari kegiatan ini kami jadi lebih paham cara bersuci yang benar. Ilmunya langsung bisa dipraktikkan, dan ini sangat bermanfaat untuk memperbaiki ibadah kami sehari-hari,” ungkap MR.

Melalui pembelajaran fikih yang rutin dan terarah, Lapas Banjarmasin terus menanamkan nilai-nilai religius sebagai bagian dari proses perubahan. Dari masjid, dari kitab, dan dari kemauan untuk belajar, pembinaan kepribadian Warga Binaan dijalankan secara bertahap dan berkelanjutan. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Banjarmasin

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0