Perdalam Pemahaman Tauhid, Lapas Luwuk Gelar Kajian Rutin bagi Warga Binaan
Luwuk, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk bekerja sama dengan Yayasan Aisyiyah Kabupaten Banggai kembali gelar kajian keagamaan rutin bagi Warga Binaan, Jumat (9/10). Kegiatan yang dilaksanakan setiap Jumat ini bagian dari pembinaan kepribadian untuk tingkatkan keimanan dan memperdalam pemahaman agama.
Kajian pekan ini angkat tema tauhid, yaitu keyakinan akan keesaan Allah Swt. sebagai landasan utama kehidupan seorang muslim. Materi disampaikan oleh Dr. Hasna Kobaa dari Universitas Muhammadiyah Luwuk.
Dalam pemaparannya, Hasna menjelaskan bahwa pemahaman tauhid tidak hanya sebatas pengetahuan, tetapi juga perlu tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Hal ini dapat diwujudkan melalui ketaatan beribadah, kejujuran, kesabaran, serta kesungguhan dalam memperbaiki diri.
Ia juga menyampaikan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah Swt. Melalui kajian ini, Warga Binaan diharapkan dapat menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman hidup, baik selama menjalani masa pidana maupun setelah kembali ke masyarakat.
Salah seorang Warga Binaan, S, mengungkapkan bahwa kajian rutin tersebut memberinya kesempatan untuk memperdalam ilmu agama sekaligus melakukan introspeksi diri.
“Melalui kajian ini, saya bisa belajar lebih banyak tentang agama, terutama mengenai tauhid. Kegiatan ini mengingatkan saya untuk terus memperbaiki diri, memperkuat keimanan, dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya,” ungkap S.
Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun, mengapresiasi Yayasan Aisyiyah Kabupaten Banggai dan pemateri yang telah berkontribusi dalam pembinaan keagamaan bagi Warga Binaan.
Menurutnya, pembinaan keagamaan berperan penting dalam menumbuhkan kesadaran diri, memperkuat moral, dan menanamkan nilai-nilai positif selama Warga Binaan menjalani masa pidana.
“Kami berharap kegiatan kajian rutin ini dapat memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan, khususnya dalam meningkatkan keimanan, memperbaiki perilaku, dan membangun kesadaran untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Kami juga mengapresiasi kerja sama dengan Yayasan Aisyiyah Kabupaten Banggai yang terus mendukung pelaksanaan pembinaan kepribadian di Lapas Luwuk,” ujarnya.
Kerja sama Lapas Luwuk dengan Yayasan Aisyiyah Kabupaten Banggai salah satu bentuk dukungan terhadap pembinaan Warga Binaan melalui pendekatan keagamaan. Kajian rutin ini diharapkan dapat memberikan bekal spiritual dan moral sebagai bagian dari proses perubahan diri.
Lapas Luwuk berharap pembinaan keagamaan yang berkelanjutan dapat membantu Warga Binaan memperbaiki diri dan mempersiapkan diri untuk kembali menjadi bagian dari masyarakat. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Luwuk
What's Your Reaction?


