Perkenalkan Lingkungan Kerja, Kalapas Wahai Ajak Peserta Magang Panen Tomat Hasil Budidaya Warga Binaan

Perkenalkan Lingkungan Kerja, Kalapas Wahai Ajak Peserta Magang Panen Tomat Hasil Budidaya Warga Binaan

Wahai, INFO_PAS — Awali masa bertugas di tempat baru, 11 peserta MagangHub Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Angkatan 2 Batch 1 Tahun 2026 di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai dapat pembekalan dan pengenalan lingkungan kerja. Tak hanya menerima materi secara teoretis, para peserta magang langsung diterjunkan ke lapangan untuk ikut panen tomat hasil budidaya Warga Binaan, Senin (10/8).

Kegiatan diawali dengan pengarahan langsung dari Kepala Lapas (Kalapas) Wahai, Tersih Victor Noya, mengenai tata kelola Pemasyarakatan hingga berbagai program pembinaan kepribadian dan kemandirian yang menjadi unggulan di Lapas Wahai. Usai orientasi, suasana keakraban makin terasa saat Kalapas mengajak seluruh peserta magang ke area kebun hidroponik untuk panen tomat bersama Warga Binaan.

Tersih menyampaikan bahwa pelibatan langsung peserta magang dalam aktivitas Warga Binaan bertujuan memberikan gambaran nyata mengenai proses Pemasyarakatan yang humanis dan produktif.

"Kami ingin para peserta magang ini tidak hanya memahami tugas administrasi atau pengamanan di atas kertas, tetapi juga merasakan langsung denyut pembinaan di lapangan. Panen tomat ini adalah bukti nyata bahwa pembinaan kemandirian di Lapas Wahai berjalan optimal dan mampu mengubah waktu pidana Warga Binaan menjadi hal yang bermanfaat," ujar Tersih.

Senada, Kepala Subseksi Pembinaan, La Joi, menambahkan bahwa program agribisnis, khususnya budidaya sayuran buah seperti tomat, merupakan salah satu pilar utama pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan di Lapas Wahai.

"Budidaya tomat ini dirawat dengan tekun oleh Warga Binaan dari tahap penyemaian hingga panen. Hadirnya adik-adik peserta magang yang ikut panen hari ini memberikan motivasi tambahan bagi Warga Binaan. Ini bukti bahwa hasil kerja keras mereka mendapat apresiasi dan perhatian dari generasi muda peserta magang," ungkap La Joi.

Salah satu peserta magang, Kasmawati, mengaku terkesan dengan pengalaman pertama yang ia dapatkan.

"Jujur, ini pengalaman pertama saya masuk ke lingkungan Lapas. Kesan awal yang kaku seketika hilang saat diajak langsung panen tomat bersama bapak-bapak Warga Binaan. Melihat mereka begitu terampil dan bersemangat memanfaatkan lahan agribisnis membuat saya sadar bahwa Lapas benar-benar menjadi tempat pembinaan yang membina, bukan sekadar menghukum. Kami makin bersemangat menjalani masa magang di sini," tuturnya.

Apresiasi tinggi juga disampaikan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, atas pelaksanaan hari pertama penerimaan peserta magang di berbagai Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan se-Maluku.

"Saya sangat mengapresiasi pendekatan adaptif yang dilakukan Kalapas Wahai beserta jajaran. Menyambut peserta magang dengan pengenalan lapangan yang produktif seperti panen bersama ini adalah langkah edukatif yang sangat baik. Ini menjadi sinergi yang positif antara pembekalan peserta magang dan keberhasilan program ketahanan pangan serta kemandirian Warga Binaan di Maluku," tegas Ricky.

Kegiatan orientasi yang diakhiri dengan panen 11 kilogram tomat itu berjalan lancar, aman, dan penuh kehangatan. Diharapkan, 11 peserta MagangHub Kemnaker Batch 1 Tahun 2026 dapat menyerap ilmu Pemasyarakatan secara menyeluruh serta beri kontribusi positif selama enam bulan jalankan tugas di Lapas Wahai. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Wahai

What's Your Reaction?

like
1
dislike
0
love
1
funny
0
angry
0
sad
0
wow
1