Perkuat Iman di Balik Jeruji, Lapas Pemuda Madiun Gandeng Yayasan Kasih Anugerah dan Pondok Kasih Surabaya

Perkuat Iman di Balik Jeruji, Lapas Pemuda Madiun Gandeng Yayasan Kasih Anugerah dan Pondok Kasih Surabaya

Madiun, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun gandeng Yayasan Kasih Anugerah dan Pondok Kasih Surabaya gelar pembinaan rohani bagi Warga Binaan beragama Kristen dan Katolik. Kegiatan berlangsung di Gereja Oikumene Lapas Pemuda Madiun, Senin (2/3).

Pembinaan diikuti Warga Binaan yang beragama Kristen dan Katolik dengan pendampingan petugas. Mereka mengikuti rangkaian ibadah dan penguatan rohani dengan khidmat sebagai bagian dari pembentukan karakter selama menjalani masa pidana.

Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik, Setyawan Nugroho Endiyanto, menegaskan bahwa pembinaan kerohanian menjadi unsur penting dalam proses perubahan diri Warga Binaan.

“Pembinaan rohani ini bukan sekadar ibadah rutin, melainkan sarana refleksi dan pembentukan karakter. Kami berharap kegiatan ini menumbuhkan kesadaran untuk berubah, memperbaiki diri, serta menyiapkan masa depan yang lebih baik setelah bebas,” ujar Endiyanto.

Kegiatan menghadirkan Pendeta Didik sebagai pembawa firman. Dalam khotbahnya, ia menekankan pentingnya pertobatan, pengharapan, serta keyakinan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri.

“Tidak ada masa lalu yang begitu gelap sehingga Tuhan tidak sanggup meneranginya. Setiap orang diberi kesempatan untuk bangkit dan menata masa depan dengan penuh harapan,” tuturnya di hadapan Warga Binaan.

Kepala Lapas Pemuda Madiun, Wahyu Susetyo, menyampaikan apresiasi atas dukungan Yayasan Kasih Anugerah dan Pondok Kasih Surabaya dalam mendukung pembinaan kepribadian Warga Binaan.

“Kami mengapresiasi kepedulian dan sinergi yang terjalin. Pembinaan rohani seperti ini penting untuk membentuk karakter Warga Binaan agar lebih siap kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik,” ungkap Wahyu.

Melalui kegiatan ini, Lapas Pemuda Madiun berharap Warga Binaan tidak hanya menjalani pidana sebagai konsekuensi hukum, tetapi juga memperoleh penguatan mental dan spiritual sebagai bekal menjalani kehidupan setelah bebas. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Pemuda Madiun

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0