Perkuat Pembinaan Karakter, Lapas Kelas I Cipinang Dorong Warga Binaan Bangkit lewat Sesi Motivasi
Jakarta, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang perkuat pembinaan kepribadian dengan menghadirkan motivator eksternal, Ayu Kayla, dalam penguatan mental dan karakter bagi Warga Binaan, Kamis (23/4). Kegiatan ini menjadi strategi pembinaan berbasis kebangsaan yang menekankan perubahan pola pikir, pengendalian diri, dan kesiapan menjadi warga negara yang bertanggung jawab.
Dalam sesi yang interaktif dan komunikatif, Warga Binaan diajak memahami pentingnya penguatan mental, pengelolaan emosi, dan membangun pola pikir positif dalam menghadapi masa depan. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif dalam diskusi dan refleksi pengalaman pribadi yang menjadi ruang tumbuh kesadaran diri.
Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo, menegaskan kehadiran motivator eksternal merupakan penguatan dari pembinaan yang telah berjalan, baik pada aspek kepribadian maupun kemandirian. “Kami berupaya menghadirkan pembinaan yang menyentuh cara berpikir dan sikap hidup. Perubahan tidak cukup hanya dengan aturan, tetapi harus tumbuh dari kesadaran diri. Melalui kegiatan ini, kami ingin Warga Binaan memiliki motivasi untuk bangkit dan menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab,” tegasnya.
Sementara itu, motivator Ayu Kayla menyampaikan perubahan diri harus dimulai dari cara pandang terhadap diri sendiri dan masa depan. “Setiap orang punya kesempatan untuk berubah. Kuncinya ada pada keberanian untuk mengenali diri, mengelola emosi, dan memilih untuk bangkit. Masa lalu tidak harus menentukan masa depan, selama kita mau berproses dan memperbaiki diri,” ujarnya.
Salah satu Warga Binaan berinisial JML mengaku kegiatan tersebut membuka cara pandangnya dalam menjalani masa pembinaan. “Apa yang disampaikan membuat saya lebih sadar untuk berubah. Saya jadi lebih percaya diri dan punya semangat untuk memperbaiki diri, serta menjalani hidup dengan lebih baik ke depan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas I Cipinang menegaskan pembinaan tidak hanya berfokus pada kedisiplinan, tetapi juga pada pembangunan mental dan karakter sebagai pembinaan kebangsaan. Upaya ini menjadi implementasi Kerja Nyata, Pelayanan PRIMA dalam membentuk Warga Binaan yang berintegritas, memiliki kesadaran diri, dan siap kembali berkontribusi positif bagi masyarakat. (IR)
Kontributor: Lapas Kelas I Cipinang
What's Your Reaction?


