Perkuat Pengawasan Internal, Rutan Majene Ikuti Pengukuhan Satops Patnal

Perkuat Pengawasan Internal, Rutan Majene Ikuti Pengukuhan Satops Patnal

Majene, INFO_PAS - Tiga orang pegawai Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Majene ikuti kegiatan pengukuhan anggota Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Satops Patnal) secara virtual melalui aplikasi Zoom di Aula Rutan Majene, Rabu (8/4). Kegiatan pengukuhan ini dilakukan secara terpusat di Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Barat dan diikuti oleh seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan Sulawesi Barat secara virtual.

Kegiatan pengukuhan ini merupakan bagian dari upaya Ditjenpas memperkuat sistem pengawasan internal serta meningkatkan integritas dan profesionalisme petugas Pemasyarakatan di seluruh Indonesia.

Tiga pegawai Rutan Majene yang dikukuhkan tersebut, yaitu Muh.Farid Saputra sebagai Penelaah Status Warga Binaan, Ahmad Gazali sebagai Pengelola Data Kesehatan, dan Lutfia Aspar sebagai Pengadministrasi Umum. Ketiga pegawai ini diharapkan dapat menjalankan peran strategis dalam mengawasi pelaksanaan tugas dan fungsi di lingkungan kerja, serta mencegah terjadinya pelanggaran dan penyimpangan. Satops Patnal sendiri memiliki fungsi utama dalam melakukan deteksi dini, pengawasan, serta penegakan disiplin di lingkungan Pemasyarakatan.

Kepala Rutan Majene, Christy Jozef Thenu, menyampaikan apresiasi dan harapannya kepada para pegawai yang telah dikukuhkan. Ia menegaskan bahwa amanah sebagai anggota Satops Patnal harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan komitmen tinggi terhadap aturan yang berlaku.

“Pengukuhan ini bukan hanya seremonial, tetapi merupakan tanggung jawab besar dalam menjaga marwah institusi. Kami berharap anggota yang baru dikukuhkan dapat menjadi teladan dan garda terdepan dalam menjaga kepatuhan internal,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa keberadaan Satops Patnal di lingkungan Rutan Majene diharapkan mampu memperkuat pengawasan internal secara berkelanjutan serta mendorong terciptanya budaya kerja yang bersih dari penyimpangan.

“Dengan pengawasan yang optimal, kita dapat meminimalisir potensi pelanggaran serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja Pemasyarakatan,” tambahnya.

Kepala Kanwil Ditjenpas Sulawesi Barat, Ramdani Boy, menjelaskan bahwa pembentukan dan pengukuhan Satops Patnal merupakan langkah strategis dalam memperkuat fungsi kontrol internal di seluruh jajaran Pemasyarakatan.

“Satops Patnal menjadi garda terdepan dalam memastikan seluruh petugas bekerja sesuai standar operasional prosedur serta menjunjung tinggi integritas dalam pelaksanaan tugas,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa seluruh anggota yang telah dikukuhkan diharapkan dapat menjalankan tugasnya secara profesional, objektif, dan berani dalam menegakkan aturan.

“Kami menekankan pentingnya komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan Pemasyarakatan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Satops Patnal harus mampu menjadi agen perubahan dalam mewujudkan hal tersebut,” pungkasnya.

Salah satu pegawai yang dikukuhkan, Lutfia Aspar, menyampaikan rasa syukur dan komitmennya setelah resmi menjadi bagian dari Satops Patnal.

“Ini merupakan amanah yang besar bagi saya. Saya berkomitmen untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga integritas, serta berkontribusi aktif dalam menciptakan lingkungan kerja yang tertib, disiplin, dan bebas dari penyimpangan,” ungkapnya. (afn)

 

Kontributor: Humas Rutan Majene

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0