Peternakan Produktif, Lapas Batulicin Kembali Panen 297 Butir Telur Ayam
Batulicin, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin kembali Panen telur ayam dari Unit Peternakan di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Pembinaan Kemandirian, Rabu (16/9). Sebanyak 297 butir telur ayam berhasil dipanen sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian bidang peternakan.
Produktivitas ayam petelur di Lapas Batulicin Tunjukkan hasil yang konsisten, dengan rata-rata produksi mencapai 290 hingga 300 butir telur setiap hari selama sepekan terakhir. Capaian tersebut Tunjukkan pengelolaan peternakan berjalan produktif.
Saat ini, Unit Peternakan Lapas Batulicin memiliki 470 ekor ayam indukan yang rata-rata berusia sekitar delapan bulan. Budidaya ayam petelur tersebut dikelola secara rutin dengan melibatkan Warga Binaan sebagai tamping, mulai dari perawatan, pemberian pakan, pemantauan kondisi ternak, hingga pengelolaan hasil panen.
Hasil panen telur ayam dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan internal Lapas Batulicin dengan didistribusikan ke sejumlah unit layanan. Sebagian telur disalurkan ke Dapur Sehat Lapas Batulicin sebagai bahan pelengkap konsumsi makanan Warga Binaan, sedangkan sebagian lainnya dimanfaatkan melalui Kantin Pujasera Lapas Batulicin.
Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Batulicin, Harry Indrawan, menjelaskan bahwa program pembinaan kemandirian bidang peternakan dikembangkan sebagai sarana memberikan keterampilan praktis kepada Warga Binaan.
“Program pembinaan kemandirian bidang peternakan terus kami dorong agar dapat berjalan secara konsisten dan memberikan manfaat. Hasil panen hari ini menunjukkan bahwa pengelolaan peternakan berjalan dengan baik, sekaligus memberikan pengalaman dan keterampilan kepada Warga Binaan,” jelas Harry.
Salah seorang Warga Binaan, D, mengaku senang memperoleh kesempatan untuk belajar dan bertanggung jawab dalam kegiatan tersebut.
“Saya merasa senang dan bersyukur mendapat kepercayaan untuk ikut mengelola peternakan ayam. Ini menjadi pengalaman sekaligus kesempatan untuk belajar merawat ayam, mengelola peternakan, dan bertanggung jawab, sehingga nantinya keterampilan ini dapat menjadi bekal untuk dikembangkan ketika kembali ke masyarakat,” ungkap D.
Sementara itu, Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, turut dukung keberlanjutan program pembinaan kemandirian tersebut. Ia berharap produktivitas peternakan terus meningkat dan memberikan manfaat bagi Lapas maupun Warga Binaan.
“Kami mendukung penuh pengembangan program pembinaan kemandirian ini dan berharap hasil panen dapat terus meningkat. Yang lebih penting, Warga Binaan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang dapat menjadi modal untuk dikembangkan setelah mereka kembali ke masyarakat,” ujar Thoha. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Batulicin
What's Your Reaction?


