PK Bapas Amuntai Paparkan Peran TPPK di Hadapan Tim Akreditasi Nasional
Rantau, INFO_PAS - Peran aktif Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Lathiiful Khabiir Kabupaten Tapin menjadi salah satu materi yang disampaikan saat visitasi Tim Akreditasi Nasional BAN-PDM Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu (23/5). Pada kegiatan tersebut, Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Ahli Muda Balai Pemasyarakatan (Bapas) Amuntai, Anto Setiawan, memaparkan berbagai pencegahan dan pendampingan yang telah dilaksanakan bersama PKBM guna menciptakan lingkungan belajar yang aman dan ramah anak.
Di hadapan tim asesor, Anto menjelaskan keterlibatan Bapas Amuntai dalam berbagai kegiatan edukasi, mulai dari sosialisasi pencegahan perundungan, penguatan kesadaran hukum bagi peserta didik, hingga penyampaian materi mengenai Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA). Selain memberikan gambaran mengenai pelaksanaan TPPK, pemaparan tersebut juga menunjukkan berbagai kolaborasi yang telah terlaksana antara Bapas Amuntai dan PKBM Lathiiful Khabiir dalam mendukung perlindungan anak di lingkungan pendidikan.
“Melalui keterlibatan dalam TPPK, kami menghadirkan edukasi mengenai bahaya perundungan, perlindungan anak, dan pemahaman SPPA. Materi ini penting agar peserta didik, tenaga pendidik, dan orang tua memiliki pemahaman yang sama tentang pencegahan kekerasan terhadap anak,” terang Anto.
Sementara itu, Kepala PKBM Lathiiful Khabiir Kabupaten Tapin, Syahdani Apasha, menyampaikan kehadiran Bapas Amuntai memberikan kontribusi positif bagi penguatan TPPK di lembaganya. Menurutnya, berbagai materi yang diberikan mampu menambah wawasan warga belajar dan tenaga pendidik terkait perlindungan anak, serta penanganan permasalahan yang berpotensi terjadi di lingkungan pendidikan.
“Bapas Amuntai telah banyak berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada kami. Paparan yang disampaikan kepada tim akreditasi menunjukkan perlindungan anak menjadi perhatian bersama seluruh unsur yang terlibat di PKBM,” kata Syahdani.
Terpisah, Kepala Bapas Amuntai, Subiyanto, menyatakan sinergi antara Bapas dan lembaga pendidikan perlu terus dijaga agar anak-anak memperoleh ruang belajar yang aman dan mendukung perkembangan mereka baik itu anak –anak pada umumnya maupun Anak Berhadapan dengan Hukum. “Pendidikan yang baik tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga memastikan peserta didik terlindungi dari berbagai bentuk kekerasan. Karena itu, kami akan terus hadir melalui edukasi dan pendampingan yang dibutuhkan,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Tim Akreditasi Nasional BAN-PDM Provinsi Kalimantan Selatan memperoleh gambaran mengenai keterlibatan aktif Bapas Amuntai dalam TPPK PKBM Lathiiful Khabiir yang diwujudkan melalui sosialisasi pencegahan perundungan, edukasi SPPA, penguatan perlindungan anak, dan pendampingan berkelanjutan. Paparan tersebut menjadi salah satu bukti praktik sinergi dan kolaborasi yang mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, ramah anak, dan bebas dari kekerasan. (IR)
Kontributor: Bapas Amuntai
What's Your Reaction?


