Pojok Baca Berbenah, Minat Literasi Warga Binaan Lapas Batulicin Meningkat
Batulicin, INFO_PAS – Pembenahan Pojok Baca Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Batulicin berdampak positif terhadap antusiasme literasi Warga Binaan, Rabu (19/8). Ruang baca yang lebih representatif bagian dari upaya menghadirkan lingkungan pembinaan yang nyaman sekaligus mendorong kebiasaan membaca.
Berdasarkan catatan buku harian Pojok Baca, jumlah kunjungan Warga Binaan meningkat dari sekitar 20 orang menjadi 38 orang setiap hari. Peningkatan tersebut jadi indikator bahwa ruang dan suasana yang lebih nyaman turut menarik minat Warga Binaan untuk memanfaatkan fasilitas literasi.
Perubahan lokasi dan tampilan Pojok Baca membuat ruang tersebut terasa lebih modern dan terbuka. Penataan dengan pencahayaan, tanaman hias, meja, dan kursi menghadirkan suasana seperti ruang baca bergaya kafe sehingga aktivitas membaca lebih nyaman.
Pojok Baca sediakan beragam bacaan sesuai minat Warga Binaan, mulai dari buku keagamaan, novel, edukasi, sejarah, teknologi, hingga pengetahuan umum. Keberagaman koleksi tersebut dukung akses pengetahuan sekaligus pembinaan kepribadian dan kemandirian.
Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Batulicin, Harry Indrawan, mengatakan peningkatan kunjungan menjadi sinyal positif bahwa pembenahan ruang baca turut tingkatkan ketertarikan Warga Binaan untuk membaca. Menurutnya, kenyamanan ruang menjadi salah satu faktor dalam membangun budaya literasi.
“Kami melihat ruang baca bukan hanya dari jumlah koleksi bukunya, tetapi juga dari bagaimana ruang tersebut mampu mengundang Warga Binaan untuk datang, duduk, membaca, dan mendapatkan pengetahuan. Peningkatan kunjungan menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan Pojok Baca sebagai ruang literasi yang nyaman, modern, dan memiliki manfaat nyata dalam proses pembinaan,” ujar Harry.
Salah seorang Warga Binaan, B, mengaku perubahan suasana Pojok Baca membuatnya lebih tertarik mengisi waktu dengan membaca.
“Sekarang suasananya lebih nyaman dan menarik untuk didatangi. Saya bisa memilih bacaan sesuai yang saya sukai, sehingga membaca tidak terasa membosankan dan justru menjadi kegiatan yang ingin dilakukan ketika memiliki waktu luang,” ungkap B.
Sementara itu, Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, menegaskan bahwa penguatan literasi upaya meningkatkan kualitas Warga Binaan melalui akses pengetahuan yang mudah dan menyenangkan. Menurutnya, Pojok Baca perlu terus dikembangkan sebagai ruang yang mendukung kebiasaan positif selama masa pembinaan.
“Kami ingin Pojok Baca menjadi magnet positif di lingkungan Lapas, sebuah ruang yang membuat Warga Binaan tertarik datang karena nyaman, kemudian menemukan pengetahuan yang dapat memperkaya wawasan dan membangun cara pandang. Literasi bukan sekadar aktivitas membaca, tetapi bagian dari proses membangun manusia agar lebih terbuka terhadap pengetahuan dan memiliki bekal yang lebih baik untuk kembali ke masyarakat,” tegas Thoha.
Peningkatan kunjungan menjadi salah satu capaian positif dalam pengembangan budaya literasi di Lapas Batulicin. Pembenahan ruang dan keberagaman koleksi diharapkan terus memperkuat Pojok Baca sebagai ruang belajar sekaligus sarana pembinaan bagi Warga Binaan. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Batulicin
What's Your Reaction?


