Produk Unggulan Warga Binaan Lapas Narkotika Karang Intan Mejeng di Kalsel Expo 2026
Banjarbaru, INFO_PAS – Tiga produk unggulan hasil pembinaan kemandirian Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan tampil di Stan Pemasyarakatan Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Kalsel Expo 2026 di Banjarbaru, Senin (17/8). Keikutsertaan tersebut jadi kesempatan bagi Warga Binaan untuk perkenalkan hasil karya sekaligus tunjukkan keterampilan yang dikembangkan selama menjalani pembinaan.
Stan Pemasyarakatan Kalsel hadirkan berbagai hasil karya Warga Binaan dari sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Kalsel. Lapas Narkotika Karang Intan hadirkan Teh Mint Laskarin, Sabun Cuci Piring Laskarin, dan Telur Asin Laskarin.
Ketiga produk tersebut dihasilkan melalui pembinaan kemandirian dengan melibatkan Warga Binaan dan pendampingan petugas. Selain hasilkan produk bernilai guna dan berpotensi ekonomi, proses pembuatannya menjadi sarana untuk mengasah keterampilan, ketelitian, kedisiplinan, dan tanggung jawab.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Narkotika Karang Intan, Indra Wahyudi, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam Kalsel Expo 2026 memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk memperkenalkan hasil keterampilan kepada masyarakat.
“Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa pembinaan kemandirian di Lapas Narkotika Karang Intan terus menghasilkan karya yang memiliki nilai guna. Teh Mint Laskarin, Sabun Cuci Piring Laskarin, dan Telur Asin Laskarin merupakan beberapa produk yang lahir dari keterampilan Warga Binaan. Melalui Kalsel Expo 2026, kami memberikan ruang agar hasil karya tersebut dapat dikenal dan diapresiasi lebih luas,” ujar Indra.
Menurutnya, kesempatan menampilkan produk di ruang publik juga dapat meningkatkan kepercayaan diri Warga Binaan sekaligus memberikan pengalaman menghasilkan karya secara disiplin dan bertanggung jawab.
“Pembinaan bukan hanya tentang menghasilkan sebuah produk, tetapi juga bagaimana Warga Binaan memiliki keterampilan dan pengalaman kerja yang dapat mereka bawa ketika kembali ke masyarakat. Kami berharap setiap proses yang mereka jalani di sini menjadi bekal untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri dan produktif,” tambah Indra.
Sementara itu, Kepala Subseksi Bimbingan Kerja, Pengolahan Hasil Kerja, dan Laporan Hasil Kerja, Muhammad Ridhoni, menjelaskan bahwa pendampingan terus diberikan agar Warga Binaan dapat kembangkan keterampilan melalui kegiatan kerja yang produktif.
“Kami terus memberikan pendampingan agar Warga Binaan dapat mengembangkan keterampilan sesuai bidang yang mereka ikuti. Mulai dari pengolahan bahan, proses produksi, hingga menghasilkan produk yang layak diperkenalkan kepada masyarakat, setiap tahap menjadi bagian dari pembelajaran kerja bagi mereka,” jelas Ridhoni.
Ia berharap keterampilan tersebut dapat dimanfaatkan setelah Warga Binaan kembali ke masyarakat. “Harapannya, keterampilan yang mereka dapatkan tidak berhenti selama berada di Lapas. Setelah kembali ke masyarakat, mereka dapat memanfaatkan pengalaman tersebut untuk mengembangkan usaha, bekerja, atau menciptakan peluang ekonomi secara mandiri,” lanjut Ridhoni.
Keikutsertaan dalam Kalsel Expo 2026 yang digelar dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi kesempatan bagi Warga Binaan untuk mengembangkan potensi sekaligus memperoleh pengalaman memperkenalkan hasil karya kepada masyarakat.
Bagi Lapas Narkotika Karang Intan, Teh Mint Laskarin, Sabun Cuci Piring Laskarin, dan Telur Asin Laskarin tidak sekadar menjadi hasil kegiatan kerja, tetapi juga bagian dari proses pembinaan yang mendorong Warga Binaan untuk belajar, berkarya, dan membangun kemandirian. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Narkotika Karang Intan
What's Your Reaction?


