Residen Program Rehab Lapas Watampone Rutin Yasinan

Watampone, INFO _PAS – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Watampone peserta program rehabilitasi penyalahgunaan narkoba larut dalam kegiatan yasinan, Sabtu (20/10). Tak hanya itu, WBP perempuan juga ikut serta dalam kegiatan yang berlangsung di Masjid Miftahu Taubah tersebut. Ini merupakan kelanjutan dari deklarasi hapus buta huruf Al Quran yang dicanangkan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan beberapa waktu lalu. “Yasinan bagi WBP sudah rutin kami laksanakan, bahkan sebelum dideklarasikannya program hapus buta huruf Al Quran,” terang Kepala Sub Seksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan Lapas Watampone, Surianto. [caption id="attachment_67406" align="aligncenter" width="225"] yasinan di Lapas Watampone[/caption] Dalam hal ini, Lapas Watampone sudah memasukka

Residen Program Rehab Lapas Watampone Rutin Yasinan
Watampone, INFO _PAS – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Watampone peserta program rehabilitasi penyalahgunaan narkoba larut dalam kegiatan yasinan, Sabtu (20/10). Tak hanya itu, WBP perempuan juga ikut serta dalam kegiatan yang berlangsung di Masjid Miftahu Taubah tersebut. Ini merupakan kelanjutan dari deklarasi hapus buta huruf Al Quran yang dicanangkan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan beberapa waktu lalu. “Yasinan bagi WBP sudah rutin kami laksanakan, bahkan sebelum dideklarasikannya program hapus buta huruf Al Quran,” terang Kepala Sub Seksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan Lapas Watampone, Surianto. [caption id="attachment_67406" align="aligncenter" width="225"] yasinan di Lapas Watampone[/caption] Dalam hal ini, Lapas Watampone sudah memasukkan program DIROSA, yakni program yang memberikan kemampuan kepada remaja dan dewasa agar mampu membaca Al Quran dengan baik, lancar dan benar. Kegiatan-kegiatan yang padat dan terjadwal pada pola rehabilitasi berbasis Therapeutic Community juga diberlakukan kepada para residen. “Semoga kegiatan-kegiatan tersebut dapat mempercepat proses penyembuhan mereka. Paling tidak diawal rehabilitasi tahap II ini dapat menghilangkan sugesti mereka akan adiksi yang dapat membuat mereka kembali relapse,” harap Surianto.     Kontributor:  A. Yudistira

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0