Rutan Pelaihari Perkuat Deteksi Dini melalui Razia dan Tes Urine Insidentil
Pelaihari, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari terus perkuat upaya pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran narkoba di lingkungan Pemasyarakatan. Komitmen tersebut diwujudkan lewat razia kamar hunian dan tes urine insidentil terhadap petugas maupun Warga Binaan sebagai deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib), Kamis (16/7).
Rangkaian kegiatan diawali dengan tes urine yang dipimpin langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan, M. Adim Prasasta, bersama Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Galang Tresno Prakoso, dan petugas kesehatan Klinik Pratama Rutan Pelaihari. Pada pelaksanaan tahap pertama, tes urine diikuti enam petugas dan 20 Warga Binaan dari Blok Hunian A, B, dan C.
Sebagai pengawasan berkelanjutan, pada pukul 20.00 WITA petugas kembali laksanakan razia insidentil di Blok Hunian E. Kegiatan dilakukan secara menyeluruh tanpa pemberitahuan sebelumnya sebagai deteksi dini untuk mencegah masuk maupun beredarnya barang-barang terlarang yang dapat mengganggu kamtib di Rutan.
Dari hasil razia tersebut, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak diperbolehkan berada di kamar hunian, yaitu tujuh sendok besi, enam sabuk celana, empa botol parfum berbahan kaca, dua korek gas, satu cermin kaca, satu flashdisk, dan satu besi pengait. Seluruh barang hasil razia diinventarisasi, didokumentasikan, dan didata sesuai prosedur untuk selanjutnya dimusnahkan.
Usai razia, petugas kembali melaksanakan tes urine terhadap 41 Warga Binaan Blok Hunian E. Tes urine secara bertahap ini menjadi pengawasan yang menyeluruh guna memastikan lingkungan Rutan Pelaihari tetap bersih dari penyalahgunaan narkoba.
Adim menegaskan razia dan tes urine secara insidentil merupakan langkah konkret dalam mendukung Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) sekaligus memperkuat deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan. “Kami memperkuat deteksi dini agar tidak ada ruang bagi peredaran maupun penyalahgunaan narkoba dan barang-barang terlarang di Rutan Pelaihari. Harapan kami, lingkungan Rutan tetap aman, tertib, dan bersih dari narkoba,” harapnya,
Senada, Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Galang Tresno Prakoso, menjelaskan tes urine tidak hanya menyasar Warga Binaan, tetapi juga petugas sebagai wujud integritas dan komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan Pemasyarakatan yang bersih dari narkoba. "Pemberantasan narkoba harus dimulai dari seluruh elemen di Rutan. Karena itu, tes urine kami laksanakan tidak hanya kepada Warga Binaan, tetapi juga kepada petugas untuk menutup setiap celah yang berpotensi dimanfaatkan dalam peredaran maupun penyalahgunaan narkoba sehingga integritas petugas dan keamanan Rutan Pelaihari tetap terjaga," ujarnya.
Melalui razia dan tes urine secara insidentil, berkala, dan berkesinambungan, Rutan Pelaihari terus memperkuat sistem deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtib. Langkah ini menjadi komitmen dalam menciptakan lingkungan Pemasyarakatan yang bersih dari narkoba dan barang-barang terlarang sekaligus mendukung terwujudnya Pemasyarakatan yang aman, profesional, dan berintegritas sesuai arah kebijakan Kemenimipas (IR)
Kontributor: Rutan Pelaihari
What's Your Reaction?


